News / Nasional
Sabtu, 29 Mei 2021 | 21:38 WIB
Jenis puasa sunnah. (Shutterstock)

Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunah yang paling sering dikerjakan oleh Rasulullah Saw. Sebuah hadis meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” Dan ketika Rasulullah ditanya tentang alasnnya, Beliau bersabda “Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan.” Maka Allah pun berfirman ‘Tangguhkan keduanya’” (HR. Ahmad).

Keutamaan puasa Senin-Kamis dijelaskan dalam riwayat Tirmidzi, “Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

7. Puasa Daud

Puasa daud adalah puasa sunah yang dilakukan secara selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka (tidak berpuasa). Dari Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu, Rasulullah Saw. bersabda,

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu” (HR. Bukhari).

Puasa Daud memiliki berbagai keutamaan. Puasa Daud memelihara umat muslim dari perbuatan maksiat, menumbuhkan akhlak yang luhur, dikaruniai pemikiran yang positif, serta istiqomah dalam kebaikan.

8. Puasa Syaban

Dari Usamah bin Zaid ra, dia berkata, “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i)

Keutamaan puasa di bulan Syaban tidak bisa dilepaskan dari keutamaan bulan Syaban itu sendiri. Beberapa amalan yang bisa dilakukan di bulan syaban adalah sebagai berikut.

Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis, Lengkan dengan Doa Berbuka Puasa

Berpuasa satu hari di bulan Syaban akan membawa keuntungan seperti Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka, kelak akan menjadi penghuni suurga, dan menjadi teman bagi nabi Yusuf As.

Berpuasa tiga hari di permulaan, pertengahan, dan akhir bulan Syaban akan membawa keuntungan mendapatkan pahala 70 nabi dan layaknya beribadah 70 tahun, jika ia meninggal di tahun tersebut, maka ia akan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mati syahid.

Apabila berpuasa satu bulan penuh di bulan Syaban diberikan kemudahan saat ia mati seperti terlepas dari kegelapan alam kubur, terbebas dari huru hara malaikan munkar dan nakir, Allah akan menutup aibnya di hari kiamat, serta ia akan dijadikan penghuni surga.

9. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tiga hari di pertengahan bulan yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Keutamaan puasa Ayyamul Bidh dijelaskan dalam HR. Bukhari, “Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati yaitu berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari).

10. Puasa di Bulan-Bulan Haram (Asyhurul Hurum)

Puasa ini dilakukan di bulan-bulan haram, yaitu bulan Dzulqadah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab. Puasa bertujuan untuk melepas sesuatu yang haram (meninggalkan sesuatu perbuatan yang haram) dan mengamalkan kebaikan dalam bentuk puasa dan ibadah-ibadah lain pada bulan-bulan tersebut. Rasulullah Saw. bersabda, “Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut: Dzulqadah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab” (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad).

11. Puasa Bagi Pemuda yang Belum Menikah

Puasa ini merupakan puasa yang dianjurkan bagi pemuda yang belum menikah sebagai pengingat diri, terutama bagi pemuda yang memiliki syahwat tinggi. Puasa ini bisa dilakukan kapan saja kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Adapun keutamaan yang bisa didapatkan dengan menjalankan puasa ini adalah dapat menjadi perisai bagi mereka yang belum menikah dari godaan syahwat yang sangat kuat. Rasulullah Saw. bersabda,“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, maka hendaklah segera menikah, karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah shaum karena shaum akan menjadi perisai baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More