Suara.com - Sebuah video beredar di jejaring media sosial memperlihatkan seorang wanita ngotot mengembalikan pesanan COD kepada kurir.
Video itu diunggah oleh akun Instagram @manaberita. Unggahan itu pun viral.
Kejadian pembeli cekcok dengan kurir karena barang pesanan tidak sesuai memang tidak hanya ditemui satu kali.
Berdasarkan tayangan tersebut, wanita itu tidak mau membayar barang COD. Dia beralasan bahwa pesanan yang diterima tidak sesuai dengan yang ada di foto.
Mengetahui hal tersebut, si kurir pun tidak terima apabila wanita itu tidak membayar barang COD.
Kurir tersebut memaksa agar wanita tersebut membayar terlebih dahulu barang COD yang telah diterima.
Akan tetapi, wanita tersebut ngotot untuk ingin mengembalikan barang pesanannya kepada kurir.
Wanita itu mengklaim bahwa kurir tidak akan mengalami kerugian lantaran barang tersebut dikembalikan.
Dalam tayangan tersebut, pesanan milik wanita itu telah dalam kondisi terbuka.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Video Warga Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19 Kosong, Ini Kebenarannya!
Wanita itu pun nekat membungkus kembali pesanannya untuk dikembalikan melalui kurir tersebut.
Meski demikian, dirinya ngotot tidak mau membayar terlebih dahulu barang yang telah ia terima.
Si kurir protes tak mau membawa kembali barang tersebut karena telah dibongkar oleh si penerima.
Sementara itu, sang suami tampak tak peduli dengan kurir tersebut. Suami dari wanita itu juga tidak ingin membayar barang COD yang telah dipesan istrinya.
Unggahan itu pun menuai respon dari warganet. Mereka tampak geram dengan aksi dari pembeli COD yang kerap ngotot.
"Saran buat abang-abang kurir, lain kali kalaua da COD, barangnya dipegang aja dulu, jangan dikasih, sebutin nominalnya biar langsung ngeh ngambil duit. Kalau nggak mau bayar yaudah cabut bawa lagi aja itu barang. Kesel banget lihatnya gua ya Allah," komentar warganet.
"Kenapa selalu emak-emak sih yang gini," timpal warganet.
"Sistem COD dihapuskan aja, banyak yang nggak ngerti kasihan kurir kena semprot mulu sama emak-emak," balas warganet.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Video Warga Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19 Kosong, Ini Kebenarannya!
-
Biduan Alih Profesi Imbas Pandemi, Naik Motor Telanjang Pamerkan Alat Vital
-
Pakai Baju Kembaran dengan Pelayan Kafe, Wanita Ini Jadi Salah Tingkah
-
Viral Sopir Angkot Gratiskan Ongkos Tiap Hari Jumat, Tuai Pujian
-
Belanja Online Tak Baca Deskripsi, Biduan Alih Profesi Jadi Petani
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi