Suara.com - Seorang guru TK di China dilaporkan oleh orangtua siswa karena diduga menghukum putrinya dengan cara yang kejam. Menyadur News Beezer Rabu (02/05), peristiwa ini terjadi di Yunnan.
Wanita bermarga Li, orangtua siswa yang dirahasiakan identitasnya ini menuduh guru TK bernama Dung menyiksa putrinya yang berusia 3 tahun.
Li mengatakan pada 26 Mei, anaknya dipaksa makan sampah di kamar mandi karena tak mau belajar dengan keras dan menolak makan siang.
Ia juga menuduh guru di TK Binbin, Kunming Provinsi Yunnan ini memukul tangan dan pantat putrinya, juga melarang dia keluar dari kamar mandi.
Tak sendiri, menurut laporan anak TK lainnya, balita itu juga didorong oleh beberapa guru lainnya pada 22 Mei. Semua informasi ini didapat Li ketika ia mengantar putrinya ke sekolah pada pagi hari.
Ketika mereka tiba di rumah, Li meminta putrinya untuk menceritakan peristiwa yang sesungguhnya terjadi karena ia juga mendengar anaknya dipaksa makan sampah dua kali di sekolah.
“Berlawanan dengan perilaku sehari-hari putrinya, saya pikir dia tidak punya alasan untuk berbohong. Anak-anak lain menyebut guru Dung, jadi aku tidak punya alasan untuk mengatakan hal yang salah tentang guru itu.”
Polisi setempat dan pejabat Kementerian Pendidikan Kunming sedang menyelidiki keluhan ini.
Banyak pihak yang menyatakan tidak puas dengan perilaku guru tersebut, namun ada juga yang meragukan apa yang dikatakan anak-anak dan memilih untuk menunggu hasil investigasi.
Baca Juga: Foto Syur Guru TK Beredar di WA, Diduga HP Kena Sadap
"Saya berharap bisa segera mempublikasikan video dari kamera pengintai. Jika perkataan ibu itu benar, gurunya harus dipecat atau bahkan dijebloskan ke penjara," ungkap warganet.
"Tapi jika tuduhan itu salah, anak dan keluarga harus minta maaf atas publikasi karena pesan tersebut memiliki dampak besar pada orang lain."
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
Lapangan Padel di Jakarta Wajib Pasang Peredam Suara, Jika Tidak Siap-Siap Kena Sanksi!
-
Ini Dia 36 Wartawan Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award 2025
-
Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta