Suara.com - Sebuah peristiwa memilukan terjadi pada pernikahan pasangan di India.
Sang pengantin perempuan mendadak pingsan di tengah upacara pernikahan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Acara tersebut merupakan pernikahan dari Surabhi dan Manoj Kumar yang berlokasi di negara bagian Uttar Pradesh, India.
Meninggalnya sang mempelai perempuan bernama Surabhi nyatanya tak menghentikan upacara pernikahan itu.
Sebab kedua keluarga memutuskan untuk menikahkan adik mendiang Surabhi, Nisha, dengan mempelai pria, Manoj Kumar.
"Kami tak tahu apa yang harus kami lakukan saat itu. Kedua keluarga mempelai langsung berdiskusi dan seseorang menyarankan untuk menikahkan adik perempuan saya, Nisha, dengan mempelai pria,” ujar kakak Surabhi, Saurabh, kepada portal berita lokal IANS.
Dikutip dari South China Morning Post, pihak keluarga berdiskusi lebih lanjut dan akhirnya menyetujui saran tersebut.
Jenazah Surabhi diletakkan di sebuah ruangan terpisah, sementara upacara pernikahan antara Nisha dan Kumar berlangsung.
Paman Surabhi, Ajab Singh, mengaku bahwa keputusan menikahkan adik mendiang sangatlah berat.
Baca Juga: Baru Tahu Ayah Meninggal, Ria Ricis Urus Pulang ke Jakarta dari Flores
“Duka atas meninggalnya Surabhi dan kebahagiaan atas pernikahan Nisha masih belum terasa,” ungkap Ajab.
Insiden ini lantas ramai diperbincangkan di media sosial.
Para pengguna Twitter menyatakan kekesalan dan rasa tidak setujunya atas keputusan keluarga yang dianggap tidak mengindahkan hak sang adik mendiang.
Berita Terkait
-
Baru Tahu Ayah Meninggal, Ria Ricis Urus Pulang ke Jakarta dari Flores
-
Oki Setiana Dewi Penghafal Quran, Ayah Boleh Dimakamkan di Ponpes Yusuf
-
Keluarga Pengantin Ngeyel Lunasi Biaya Nikah, Bikin Warganet Curiga
-
Suasana Duka Selimuti Pemakaman Ayah Ria Ricis dan Oki Setiana Dewi
-
Ayah Ditemukan Meninggal di Rumah Ria Ricis, Tubuhnya Sudah Dingin
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT