Suara.com - Pihak berwenang menyetujui rencana Pawai Bendera Israel yang melewati Kota Tua Yerusalem pada Selasa (8/6), sehari setelah penyelenggara membatalkan acara tersebut karena masalah rute.
Menyadur Russian Today, Rabu (9/6/2021) dewan keamanan tingkat atas Israel menandatangani Pawai Bendera yang direncanakan oleh kelompok sayap kanan melalui Kota Tua Yerusalem.
Keputusan itu dikeluarkan hanya sehari setelah penyelenggara membatalkan acara tersebut karena perselisihan dengan polisi mengenai rute pawai.
Para menteri di dewan keamanan, pada hari Selasa memilih untuk mendukung acara tersebut, yang diadakan setiap tahun pada Hari Yerusalem.
Acara pawai tersebut digelar setiap tahunnya untuk menandai kembalinya kota Yerusalem ke Israel pada tahun 1967 setelah 19 tahun pemerintahan Yordania.
Dewan keamanan Israel mengatakan pawai bendera itu dapat dilanjutkan pada 15 Juni, jika rute tersebut disetujui oleh polisi.
Dewan keamanan mengungkapkan jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Benny Gantz sudah menyepakati kompromi dalam pawai itu.
Netanyahu dan Benny Gantz juga dilaporkan bahwa mereka sudah mengajukan proposal baru untuk acara pawai yang akan melewati Kawasan Muslim di Yerusalem.
Pada hari Senin, panitia pawai mengatakan mereka telah memilih untuk membatalkan acara tersebut setelah polisi mengumumkan bahwa mereka akan menolak rencana pawai itu.
Baca Juga: Ustadz Felix Siauw Digoyang Isu Anti Pancasila dan Pro Khilafah, Diusir dari Indonesia
Polisi mengatakan mereka tidak akan membiarkan pawai itu melewati Kawasan Muslim Kota Tua di tengah kekhawatiran jika acara tersebut dapat memicu bentrokan baru antara Israel dan Palestina.
Acara tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei, tetapi dibatalkan di tengah kekhawatiran keamanan karena pasca ketegangan baru-baru ini di di Yerusalem Timur.
Ketegangan tersebut memicu kelompok militan Hamas menembakkan ratusan roket dari Gaza ke wilayah Israel yang kemudian dibalas oleh Pertahanan Israel.
Menurut Pasukan Pertahanan Israel, lebih dari 200 roket dan mortir ditembakkan dari Jalur Gaza menuju Israel dari pukul 6 sore Senin (10/5) hingga 6 pagi pada Selasa (11/5), lusinan di antaranya dicegat oleh Iron Dome.
Korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza meningkat menjadi 248 korban, menyadur Anadolu Agency Sabtu (22/5), termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita.
Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Jumat mengungkapkan sedikitnya 1.948 orang terluka akibat serangan yang berlangsung selama kurang lebih 11 hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
SPPG Klarifikasi Video Viral MBG Bungkus Plastik
-
Dermaga Halte Buaran Diseruduk Kendaraan Pribadi, TransJakarta Koridor 11 Terpaksa Alihkan Rute
-
Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
-
Laporan PRISM 2025 Sebut Jakarta Jadi Kota Paling Diminati Sepanjang 2025
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini