- Anggota Komisi VI DPR RI menyoroti impor 105.000 unit *pickup* India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
- Pengadaan transportasi program Koperasi Desa Merah Putih senilai Rp 24,66 triliun perlu audit transparansi.
- DPR RI mengusulkan penghentian sementara proyek impor kendaraan hingga ada kejelasan pemerintah.
Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menyoroti tajam langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang melakukan impor masif sebanyak 105.000 unit kendaraan pickup dari India.
Herman menilai, pengadaan sarana transportasi untuk program Koperasi Desa Merah Putih tersebut perlu diaudit transparansinya karena melibatkan anggaran negara yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 24,66 triliun.
Ia mengungkapkan bahwa kekinian sebagian kecil kendaraan, sekitar 1.200 unit, sudah tiba di Indonesia.
Namun, ia menyayangkan minimnya koordinasi dan keterbukaan informasi mengenai spesifikasi kendaraan yang dipilih untuk program desa tersebut.
"Agrinas Pangan Nusantara pernah mempresentasikan alokasi anggaran masing-masing desa sebesar Rp 3 miliar. Rinciannya Rp 1,6 miliar untuk gedung dan Rp 500 juta untuk modal kerja, sisanya sarana prasarana termasuk transportasi. Namun, mereka tidak pernah menyebutkan jenis dan kualifikasi transportasinya seperti apa," ujar Herman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Politisi Partai Demokrat ini mengaku terkejut saat mengetahui dari media bahwa kendaraan yang diimpor berjumlah 105.000 unit dengan nilai anggaran sebesar Rp 24,66 triliun.
Menurutnya, proyek sebesar ini seharusnya melalui pembahasan mendalam di DPR RI sebelum dieksekusi.
"Ini anggaran besar sekali, semestinya dibahas dulu di DPR. Untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, semestinya ini juga terbuka kepada publik," tegasnya.
Herman menjelaskan, bahwa urgensi dari Perpres Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebenarnya adalah untuk mempercepat peningkatan ekonomi desa dengan memotong mata rantai distribusi yang panjang.
Baca Juga: Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
Namun, pengadaan kendaraan dalam jumlah masif dari luar negeri justru menimbulkan pertanyaan besar.
Sejalan dengan sikap pimpinan DPR, Herman menyatakan dukungannya terhadap usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk menghentikan sementara proyek pengadaan tersebut.
"Saya sepakat dengan Pak Dasco untuk menghentikan dulu sampai betul-betul nanti ada keputusan dari pemerintah yang memastikan bahwa ini dapat dijalankan dengan benar," imbuhnya.
Ia berharap pemerintah segera memberikan kepastian dan penjelasan rinci terkait efektivitas penggunaan mobil impor asal India tersebut bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Kita ingin misi Koperasi Desa Merah Putih ini menjembatani kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi basis ekonomi daerah, tapi prosesnya harus akuntabel," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
-
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya
-
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
-
Megaproyek Agrinas Bikin Penasaran, Berapa Jumlah Dealer Tata Motors dan Mahindra di Indonesia?
-
Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info
-
Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist
-
KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang
-
Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kebijakan Pendidikan Ikut Selera Penguasa?
-
Ditemukan Putri Kandung Dalam Kondisi Mengenaskan, Pembunuh WN Korsel di Tambun Akhirnya Tertangkap
-
Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?
-
Investasi Asing dan Dampak Lingkungan: Apa yang Terjadi di Balik Pertumbuhan Industri?
-
Inisial N dan R Dibongkar Anggota DPR, Diduga Cukong Besar Tambang Emas Ilegal di Sumbar
-
Soal TNI Berantas Begal, Anggota Komisi I: Bisa Dilakukan Terbatas, Tapi Bukan Pengganti Polisi