Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada kenaikan kabupaten/kota yang termasuk dalam zona resiko tinggi alias zona merah dan zona oranye virus corona menjadi 29 daerah.
Satgas Covid-19 menyebutkan, per 15 Juni 2021, zona merah saat ini berjumlah 29 kabupaten/kota (5,64 persen). Di mana pada pekan sebelumnya 17 kabupaten/kota.
Zona merah terbanyak masih didominasi daerah di Pulau Sumatera, antara lain:
- Aceh: Pidie, Kota Banda Aceh, Aceh Tengah
- Sumatera Barat: Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Kota Bukittinggi
- Riau: Kota Pekanbaru, Rokan Hulu
- Jambi: Tanjung Jabung Barat, Kota Jambi, Muaro Jambi
- Sumatera Selatan: Muara Enim, Kota Palembang
- Bengkulu: Kota Bengkulu
- Lampung: Kota Metro
Kemudian zona merah lainnya berada di Pulau Jawa, yakni:
- Jawa Barat: Bandung, Bandung Barat
- Jawa Tengah: Wonogiri, Kudus, Grobogan, Tegal, Sragen, Semarang, Jepara
- DI Yogyakarta: Sleman, Bantul
- Jawa Timur: Bangkalan
Sementara, jumlah kabupaten/kota yang masuk dalam resiko sedang atau oranye naik dari 332 menjadi 339 kabupaten/kota (65,95 persen).
Lalu, zona resiko rendah atau kuning turun menjadi 121 kabupaten/kota, dan zona hijau atau zona hijau tidak ada kasus 7 kabupaten/kota, serta tidak terdampak satu kabupaten/kota.
Satgas meminta pemda memperbaiki kondisi ini hingga semuanya menjadi zona kuning atau hijau dengan meningkatkan kedisiplinan 3M; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, serta 3T; testing, tracing,treatment.
Berita Terkait
-
Wacana Pulau Jawa Harus Lockdown, Gibran: Kurang Fair, Tidak Semua Zona Merah
-
Asyik! Babang Ojol Kini Sudah Bisa Dapat Vaksinasi Covid-19
-
Alamak! 36 Calon ASN Kabupaten Tulungagung Terpapar COVID-19
-
Waspada! Jamur Hitam Berpotensi Mematikan Ditemukan di Pasien Covid-19
-
Tiga Arahan Jokowi ke Anies Baswedan Atasi Lonjakan Covid-19 di DKI Jakarta
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
10Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik