Suara.com - Mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dilaporkan merobek beberapa dokumen yang selama ia simpan di dalam brankas di ruang kerjanya. Menyadur Haaretz Sabtu (19/06), ia melakukannya sebelum kantor diambil alih.
Staf yang bekerja di bawah kepemimpinan Netanyahu mengaku diperintahkan untuk merobek dokumen-dokumen dalam brankas yang mereka sebut sebagai 'akuarium'.
Tidak jelas, ada berapa dokumen dan apa saja yang mereka hancurkan, tapi kantor perdana menteri berjanji akan menyelidiki kasus ini lebih dalam.
Kantor Netanyahu memiliki area steril yang hanya bisa diakses oleh perdana menteri dan para pembantunya yang paling senior duduk. 'Akuarium' tersebut berada di dalamnya.
Itu biasanya berisi jadwal pejabat senior dan dokumen lain yang berkaitan dengan pekerjaan juga materi lainnya.
Beberapa dokumen dipindahkan ke arsip kantor, seperti diatur undang-undang agar menteri dan pembantu senior Bennett dapat mengaksesnya sesuai kebutuhan.
Menurut keputusan kabinet dan peraturan pegawai negeri, merobek-robek dokumen adalah ilegal. Semua dokumen, baik publik maupun pribadi, harus disimpan di arsip kantor, terutama yang berkaitan dengan hal-hal profesional.
Sumber hukum senior mengatakan apa yang terjadi di kantor Netanyahu sangat tidak biasa. Sedangkan mantan Perdana Menteri Ehud Olmert mengatakan tidak pernah merobek satu pun catatan di akhir masa jabatannya.
" Saya tidak dapat mengingat dokumen apa pun yang kami robek di Kantor Perdana Menteri. Kami bahkan tidak mempertimbangkan untuk menyentuh apa pun."
Baca Juga: Berakhirnya 12 Tahun Kekuasaan Benjamin Netanyahu, 'Raja Bibi' dari Israel
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!
-
Dari BoP sampai Perjanjian Dagang: Lawatan Prabowo ke AS Dianggap Tabrak Konstitusi, Ini Alasannya
-
Anggota Denintel Kodam XVII/Cendrawasih Gugur Diserang KKB di Nabire
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!