Suara.com - Majelis Umum PBB menyerukan untuk penghentian segera penjualan senjata ke Myanmar di tengah tindakan keras militer terhadap demonstran pro-demokrasi.
Menyadur Anadolu Agency, Minggu (20/6/2021) pada Majelis Umum PBB 119 negara sepakat untuk menyerukan penghentian segera penjualan senjata ke Myanmar.
Hanya ada 1 yang tidak sepakat yakni negara dari Eropa timur, Belarus, yang memberikan suara sebagai oposisi dengan 36 negara abstain.
Resolusi tersebut mengutuk perebutan kekuasaan oleh junta, dan mendesak militer untuk membebaskan tahanan politik.
Berbicara di Majelis Umum menjelang pemungutan suara, Presiden Volkan Bozkir meminta negara-negara anggota untuk memberikan suara mendukung resolusi tersebut.
Bozkir mengatakan "ketika menyangkut Myanmar, kita harus bertindak sebagai negara yang bersatu."
"Saya percaya bahwa Anda sebagai penjaga Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa akan bergabung dengan saya dalam seruan perdamaian ini," kata Bozkir.
Secara keseluruhan, 870 orang telah tewas dan 4.983 lainnya ditahan oleh pasukan keamanan Myanmar sejak pemerintah sipil terpilih dikudeta pada 1 Februari, menurut data yang dikumpulkan oleh Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik Myanmar.
Seperti dilaporkan Financial Times, Kelompok hak asasi manusia dan aktivis masyarakat sipil di Myanmar telah lama mendesak PBB untuk mengambil tindakan embargo senjata.
Baca Juga: 3 Kurir Narkoba Ditangkap, 89 Kg Sabu-2 Senjata Laras Panjang Disita
Menurut aktivis, keputusan tersebut sebagai salah satu langkah yang mungkin diambil oleh komunitas dunia untuk menghentikan pertumpahan darah Myanmar.
Namun, para diplomat sejauh ini menganggap bahwa resolusi Dewan Keamanan kecil kemungkinannya untuk disahkan karena China dan Rusia, dua anggota tetap dan pemasok senjata terbesar militer Myanmar, memiliki hak veto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
-
Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun
-
Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?
-
Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat
-
Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok
-
Tinggalkan Pupuk Impor, Prabowo Instruksikan Implementasi Inovasi Batu Bara dan Briket Jagung