Suara.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan konsep lockdown, karantina wilayah ataupun PPKM Mikro sudah pernah dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 sejak awal pandemi.
Hal ini menyusul adanya desakan pemerintah untuk menerapkan lockdown di satu daerah.
"Sebenarnya konsep karantina wilayah ataupun PPKM Mikro ini semua sudah pernah kita coba, mulai dari pertama pandemi sudah pernah kita coba," ujar Ganip dalam jumpa pers di kanal youtube Pusdalops BNPB, Senin (21/6/2021).
Ganip menuturkan bahwa substansi lockdown, pembatasan sosial berksala besar (PSBB) ataupun PPKM yakni penegakkan protokol kesehatan dan pengendalian mobilitas masyarakat. Kata Ganip jika PSBB kembali dilakukan, akan berdampak besar pada aspek sosial, ekonomi dan keamanan.
Sehingga setelah dilakukan evaluasi, PSBB diganti menjadi PPKM mikro yang saat ini sudah dilakukan selama 12 kali.
"Kalau kita melakukan PSBB dampak sosial ekonominya termasuk keamanan ini juga akan indikasinya terlalu besar, maka segala kegiatan itu jadi evaluasi mulai dari PSBB kemudian yang ke 12 kali ini kita melakukan PPKM mikro," ucap dia.
Kepala BNPB itu menegaskan bahwa PPKM mikro efektif terbukti mengendalikan lonjakan kasus, dengan catatan penegakkan protokol kesehatan dan pengendalian mobilitas masyarakat. Pasalnya kasus sempat mengalami penurunan dan kembali melonjak pasca lebaran.
"Karenanya PPKM mikro masih ini masih efektif untuk bisa mengendalikan itu dengan catatan implementasi pelaksanaan di lapangan terhadap penegakan protokol kesehatan dan pengendalian mobilitas masyarakat ini menjadi kata kunci yang harus kita laksanakan dengan baik," tutur dia.
Tak hanya itu, Ganip mengingatkan kenaikan kasus covid pasca lebaran disebabkan karena menurunnya protokol kesehatan dan adanya varian baru corona di Indonesia.
Baca Juga: Ketua DPR Minta Penerapan PSBB di Zona Merah, PPKM Mikro di Zona Lain
"Sehingga PPKM mikro sesuai inmendagri sudah diatur bagaimana mengendalikan mobilitas masyarakat, khususnya tempat kerja, perkantoran, kegiatan belajar mengajar tempat ibadah, restoran dan mal," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran
Terkini
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Jabodetabek Sore Ini
-
Menhan AS Ancam Penantang Washington: Akan Bayar Harga Mahal!
-
Pemkot Jakbar Setop Pembangunan Krematorium Kalideres Usai Gelombang Penolakan Warga
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Survei: 57 Persen Warga AS Dukung Palestina Merdeka
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran
-
Israel Serang Iran, Bom Meledak di Teheran!