Suara.com - Kisah perjuangan seorang wanita untuk mendapatkan dambaan hatinya ramai menjadi perbincangan warganet akhir-akhir ini.
Kisah tersebut ia bagikan melalui akun TikTok pribadinya dan menjadi FYP di linimasa TikTok.
Dalam kisahnya, ia telah menyukai pria dambaan hatinya sejak ia lulus SD. Kemudian, ia pun memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada pria tersebut.
"2012 (Lulus SD) mulai suka sama manusian ini dan mulai chat padahal masih SMP," tuturnya.
Ia terus mencoba untuk meluluhkan pria itu sampai ia lulus SMP di tahun 2014. Namun, tidak ada perubahan dari pria tersebut. Ia tetap tidak luluh dengan sang pemilik akun.
"2014 (Lulus SMP) dan aku masih berusaha buat luluhin tapi tetep nggak luluh," lanjutnya.
Perjuangannya pun tak berhenti. Hingga lulus SMA, ia masih tetap mengejar sang pria. Meski telah mengerahkan segala cara, ia masih belum berhasil juga.
Karena perjuangannya tak ada hasil, ia mencoba melupakan pria tersebut saat masuk kuliah.
Meski sudah mencoba melupakan, ia kembali mengikuti pria tersebut diakun Instagram saat ia kuliah semester 3. Hal itu membuat sang pria benci terhadap sang pemilik akun karena ia tak berhenti mengejarnya.
Baca Juga: Pedas! Warga Sindir Bupati Pemalang Usai 50% Jalan Rusak Parah
"Sampe dia benci karena aku nggak berhenti-berhenti ngejar-ngejar dia," tulisnya.
Ditahun 2018, akhirnya perjuangannya sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Sang pria luluh dan mau menjalani hubungan bersamanya.
Kini, mereka menjadi sepasang pasangan kekasih yang cocok dan romantis.
Melihat video ini, para warganet pun turut memberikan komentar. Beberapa dari mereka menceritakan pengalaman serupa dengan wanita tersebut.
"Tim yang suka tapi nggak mau ngejar," ujar warganet.
"Semoga mbaknya diperlakukan selayaknya mba ngejar dia dulu yah, semoga masnya nggak seenaknya perlakuin mba karena tau dari dulu mba yang berjuang," tutur warganet.
"Hebat banget kamu mbak," tulis warganet.
"Gue suka sama temen SD gue 8 tahun tapi nggak pernah berani ngomong," tambah yang lain.
"Pengorbanan nggak ada yang sia-sia cuma nunggu waktu yang tepat aja," pungkas warganet.
Berita Terkait
-
Pedas! Warga Sindir Bupati Pemalang Usai 50% Jalan Rusak Parah
-
Penumpang Beri Tip Seribu, Tinggalkan Pesan Menohok Ini untuk Driver Ojol
-
Covid-19 Meledak, Bocah Menggemaskan Ini Ngamuk Sampaikan Pesan Mengharukan
-
Viral Pria Lecehkan Jemaah Wanita saat Salat, Masuk ke Masjid Mengendap-endap
-
CEK FAKTA: Benarkah RI Batal Haji Karena Kuota Haji Malaysia Ditambah 10 Ribu?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara
-
Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi
-
Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru
-
Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?
-
Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding
-
Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat
-
Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan