Suara.com - Seorang sopir ojek online (ojol) membagikan kisahnya ketika mendapatkan seorang penumpang yang ia angkut.
Kisah tersebut dibagikan oleh akun Instagram @gojek24jam. Dalam unggahan tersebut, driver ojol itu mendapatkan sebuah pesan dari si penumpang.
Rupanya, driver ojol itu juga mendapatkan tip dari sang penumpang. Dia menerima tip sebesar seribu rupiah.
Berdasarkan unggahan tersebut, driver ojol itu mendapatkan sebuah pesan dari si penumpang.
Usut punya usut, penumpang yang baru saja dia angkut merupakan seorang polwan.
Driver ojol tersebut mendapatkan pesan yang cukup menohok. Dia mendapatkan peringatan dari polwan tersebut.
Pada awalnya, driver ojol tersebut mendapatkan respon positif dari penumpangnya itu.
"Sudah keren motornya, ramah drivernya," tulis si penumpang, dikutip Suara.com.
Lebih lanjut, polwan itu memberikan teguran mengenai knalpot sepeda motor.
Baca Juga: Ketahuan Reaktif Covid-19 dari Tes Acak KAI, 5 Penumpang Dilarang Naik KRL
Dirinya mengingatkan agar driver ojol itu bisa mengganti knalpot sepeda motornya dengan yang lebih baik.
"Lebih keren lagi mudah-mudahan knalpotnya sudah nggak blombongan lagi ya mas, sayang kalau ketemu lagi dikasih surat cinta tilang gara-gara knalpot," ujarnya.
Meski mendapatkan teguran melalui sebuah pesan. Polwan tersebut juga memberikan semangat kepada sang driver ojol yang bekerja untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Tetep semangat bekerja buat para driver, patuhi protokol kesehatan, semoga sehat, lelahnya berkah, orderannya sekenceng motornya pak driver yang ganteng, jadilah pelopor keselamatan berlalulintas," ungkapnya.
Unggahan tersebut rupanya mencuri perhatian warganet. Mereka ikut memberikan respon.
"Pesannya ngeri tapi tipnya cuma 1000," ujar warganet.
"Semangat sih tipnya 1000," komentar warganet.
"Tipnya 1000, tapi nasihat, pujian dan doanya lebih dari seribu," balas warganet.
Berita Terkait
-
Curhat Cewek Punya Ibu Pilih Kasih, Sakit Tak Diobati Tapi Kakak Minta iPhone Dibeliin
-
Ketahuan Reaktif Covid-19 dari Tes Acak KAI, 5 Penumpang Dilarang Naik KRL
-
Viral Video Anak Babi Liar Naik Kereta Keliling Kota, Warga Malah Senang
-
Viral Pengamen Tampan, Warganet Salah Fokus dengan Peralatan Musiknya
-
CEK FAKTA: Benarkah RI Batal Haji Karena Kuota Haji Malaysia Ditambah 10 Ribu?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Jeritan Hati Guru Madrasah di DPR: Gaji Rp300 Ribu, Jual Ayam Demi ke Jakarta hingga Sulit Akses P3K
-
Ahli Meringankan Roy Suryo dkk: Salinan Ijazah Jokowi Sama dengan Sampel Riset RRT
-
Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Siap Memikat Wisatawan di Momen Libur Imlek
-
Tak Terima Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Ajukan Praperadilan
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Dibongkar! Bonatua Klaim Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
GMKR Nilai Indonesia Hadapi Krisis Kedaulatan, Oligarki Disebut Rampas Hak Rakyat
-
Heroik! Mahasiswi Jogja Nekat Tabrak Penjambret, Polisi Jamin Korban Tak Dipidana
-
Geledah KPP Madya Banjarmasin dan Kantor PT BKB, KPK Amankan Dokumen Restitusi
-
Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Menkes Sindir Orang Kaya Masuk PBI: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp 42.000?