Suara.com - Mengenyam pendidikan di sekolah negeri menjadi impian segelintir orang. Bahkan beberapa mengaku rela mengorbankan berbagai hal, termasuk jarak dan waktu tempuh perjalan.
Baru-baru ini, seorang pengguna media sosial TikTok membagikan gambaran pelajar yang menempuh jarak puluhan kilometer demi masuk sekolah negeri.
Dibagikan pada Selasa (22/6/2021), ilustrasi perjalanan pria yang menjadi pelajar SMA beberapa tahun lalu tersebut langsung menjadi sorotan karena dinilai relevan dengan pilihan sejumlah orang.
Dalam video, awalnya diperlihatkan percakapan yang menginformasikan bahwa orang tua menyarankan untuk masuk sekolah negeri, meski jauh sekalipun.
"Sudah gak apa-apa Dek jauh yang penting negeri," tulisnya seperti dikutip Suara.com.
Kemudian video memperlihatkan peta perjalanan pelajar tersebut yang dimulai dari daerah Bintaro, Kota Tangerang, sampai daerah Jakarta Barat.
Tampak di sana rute dan kendaraan yang bisa dipakai pelajar untuk menempuh perjalanan menuju sekolah negeri.
Apabila ditotal, perjalanan dari rumah sampai sekolah negeri tersebut menempuh jarak sekitar 29 kilometer.
Waktu tempuh perjalanan pun relatif, berkisar antara 46 menit sampai satu jam, tergantung kendaraan dan kondisi jalan.
Baca Juga: Curhat Wanita Parkir di Jalan karena Garasi Tak Muat, Spion Dua-duanya Hilang
Pengunggah mengatakan, waktu itu dia tidak kepikiran untuk mencari kos di sekitar sekolah, dan memilih pulang ke rumah.
Dia mengaku menempuh sekolah SMA pada 2012, sebelum diberlakukan sistem zonasi seperti belakangan ini.
Gambaran perjalanan seorang pelajar yang diduga cerita seseorang tersebut langsung menuai berbagai komentar dari para warganet.
Beberapa mengaku cerita tersebut serupa dengan apa yang mereka jumpai. Akan tetapi segelintir lain merasa keberatan apabila harus melakukan hal demikian.
"Seru banget setiap hari study tour," kata Ban*******.
"Capek iya, ilmunya hilang di jalan," timpal Val********.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Terkini
-
Pelantikan Februari, Satu Nama Kuat Calon Wamenkeu Sudah 'Sowan' ke Purbaya
-
Pesan Tegas Komisi III DPR: Keadilan di Atas Kepastian Hukum, Kasus Hogi Minaya Wajib Dihentikan
-
Sudah Temui Sudrajat Pedagang Es Jadul, Komandan Kodim: Masalah Selesai Secara Kekeluargaan
-
Akui Salah Terapkan Pasal di Kasus Hogi Hinaya, Kapolresta Sleman Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia
-
Buruh Jakarta Masih Ngotot Tolak Gaji Rp5,7 Juta, Pramono Anung: Urusan UMP Sudah Selesai!
-
KPK Periksa Seorang Pegawai BUMN dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Ada Demo di Depan Kantor Wapres Kebon Sirih, Massa Aksi: Ijazahmu Mana?
-
Satpol PP DKI Bakal Gelar Operasi Senyap Sasar Peredaran Tramadol di Jakarta
-
Berawal dari Teguran, Warga Cengkareng Justru Jadi Korban Keganasan Pencuri Kabel
-
Anggota Komisi III DPR 'Semprot' Kapolres Sleman: Kalau Saya Kapolda, Anda Sudah Saya Berhentikan