Suara.com - Situasi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, ramai aktivitas pada hari kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Minggu (4/7/2021). Bahkan, warga di pasar tersebut ada yang tak mengenakan masker.
Pantauan ANTARA di lokasi, Minggu siang, aktivitas di semua blok pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat ini terpantau ramai cenderung padat oleh aktivitas jual beli antara pedagang dan pembeli.
Terlihat juga di berbagai bagian blok para pedagang, kuli panggul dan kendaraan hilir mudik untuk menurunkan atau mengambil berbagai jenis bahan makanan yang akan diperjualbelikan di sana.
Walau terlihat ramai, pedagang di sana mengaku bahwa situasi ini masih cukup lengang karena jika hari normal akan lebih padat.
"Ini agak sepi, Bang. Biasanya jam segini (14.30 WIB) yang beli itu antreannya banyak," kata Romdoni, salah satu pedagang sayur yang ditemui di Pasar Induk Kramat Jati.
Meski kondisi ramai dan cenderung padat, masih terlihat ada pedagang atau pembeli yang tidak mengenakan masker untuk perlindungan dirinya, meski petugas melalui pengeras suara sudah memberikan imbauan untuk menerapkan protokol kesehatan.
PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 di wilayah DKI Jakarta membuat sejumlah pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya ditutup sementara.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin sebelumnya mengatakan beberapa pasar yang ditutup sementara itu di antaranya Pasar Cipulir, Pasar Tanah Abang Blok A,B,F dan pasar lainnya.
Sedangkan untuk Pasar Tanah Abang Blok G, hanya yang menjual kebutuhan pangan saja yang tetap buka dengan kapasitas maksimal 50 persen.
Baca Juga: Pengajian Rizky Billar dan Lesti Kejora Ditunda, Ini Penyebabnya
Namun, khusus Pasar Induk Kramat Jati tidak ada pembatasan waktu operasi, pasar tetap beraktivitas seperti biasa.
Hal itu karena Pasar Induk Kramat Jati adalah pusat pasar yang mendistribusikan berbagai kebutuhan sayur-mayur, buah-buahan dan berbagai kebutuhan lainnya ke seluruh wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
"Pasar Induk Kramat Jati itu tetap beroperasi normal karena pusat kebutuhan berbagai pangan masyarakat. Hanya walau operasi seperti biasa, petugas akan tetap melakukan monitoring agar tetap mengikuti protokol kesehatan," kata Arief dalam keterangannya Jumat (2/7).
Berita Terkait
-
Minta Warga Diam Saja di Rumah, Kapolda Metro Jaya: Tolong Bantu Kami Ya
-
Masih Banyak Warga Tak Patuhi PPKM Darurat, Kapolda: Apa Harus Gunakan Represif?
-
Kapolda Ultimatum Warga yang Nekat Berkeliaran saat PPKM Darurat: Apa Harus Saya Represif?
-
Pemda DIY Diminta Pastikan Jadup Warga Selama PPKM Darurat
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Imigrasi Jakarta Selatan Tangkap DJ China dan Penari Thailand di Tempat Hiburan Malam
-
Vonis Kasus Tristan: 7 Pemuda Sleman Dihukum 8-10 Tahun, Cegah Klitih atau Murni Penganiayaan?
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan