- Rektor UGM menyatakan rumah peninggalan Prof. Sardjito di Yogyakarta merupakan milik pribadi keluarga, bukan aset milik universitas.
- Keputusan terkait penjualan rumah tersebut sepenuhnya menjadi hak dan kewenangan ahli waris selaku pemilik sah bangunan bersejarah.
- UGM berupaya menjalin kerja sama dengan KAGAMA guna memanfaatkan rumah tersebut untuk kepentingan kegiatan akademik dan sosial masyarakat.
Suara.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya buka suara terkait kabar rumah peninggalan sang rektor pertama, Prof. dr. Sardjito, yang dikabarkan dijual dan ramai diperbincangkan di media sosial.
UGM menegaskan bahwa rumah tersebut merupakan milik pribadi keluarga Sardjito. Sehingga seluruh keputusan terkait kepemilikan berada di tangan ahli waris.
"Perlu kami sampaikan bahwa rumah tersebut merupakan milik pribadi keluarga, sehingga terkait kepemilikan maupun keputusan atas rumah tersebut sepenuhnya menjadi ranah keluarga dan bukan kewenangan Universitas," kata Rektor UGM Ova Emilia dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026)
Kendati demikian, Ova mengaku UGM tetap menghormati nilai sejarah rumah serta jasa Sardjito sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia.
"UGM menghormati nilai sejarah dan jasa para pendiri serta tokoh yang telah berkontribusi bagi perjalanan institusi. Pada saat yang sama, kami juga menghormati hak dan keputusan keluarga sebagai pemilik sah rumah tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, Ova bilang kampus kini tengah berupaya agar rumah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan akademik maupun sosial.
Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya merekognisi nilai sejarah rumah peninggalan Sardjito.
"UGM tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk kegiatan akademik dan sosial sehingga mampu merekognisi nilai sejarah atas rumah itu," ungkapnya.
Upaya tersebut, lanjut Ova, dilakukan dengan menggandeng Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau KAGAMA.
Baca Juga: Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!
Namun, ia belum menjelaskan lebih lanjut bentuk pemanfaatan maupun skema yang sedang dibahas bersama pihak keluarga.
Sebelumnya diberitakan, rumah peninggalan Prof. Sardjito di kawasan Terban, Yogyakarta, menjadi sorotan publik setelah muncul unggahan penawaran penjualan rumah di media sosial.
Rumah tersebut dikenal sebagai bangunan bersejarah yang pernah menjadi kediaman rektor pertama UGM dan hingga kini masih menyimpan berbagai peninggalan asli keluarga Prof. Sardjito.
Berita Terkait
-
Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah
-
Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
-
Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang
-
Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi
-
Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M
-
Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo
-
Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS
-
Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya
-
KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA
-
Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota
-
Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI