Suara.com - Beredar di jejaring media sosial memperlihatkan warung sate dirazia oleh petugas.
Video itu viral. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @makrumpita, Senin (5/7/2021).
Dalam video tersebut, terdapat sejumlah petugas yang mendatangi warung sate.
Mereka tampak menegur penjual sate di warung tersebut lantaran melayani pembeli untuk makan di tempat.
Petugas pun akhirnya merazia warung tersebut dan mengangkut kursi hingga daging.
Hal tersebut dilakukan lantaran selama PPKM Darurat warung dan restoran tidak diizinkan untuk melayani pembeli yang ingin makan di tempat.
Daging dan Kursi Diangkut
Dalam video tersebut, seorang petugas tampak mengangkut bahan-bahan masakan milik warung sate termasuk daging.
Tak hanya itu, petugas juga mengangkut kursi warung sate tersebut.
Baca Juga: TKA China Masuk Indonesia Saat PPKM Darurat, Pengamat: Kebijakan yang Melukai Rakyat
Dalam video tersebut tampak para pembeli duduk di warung sate itu.
Mereka asyik duduk berhadapan sembari menunggu makanan yang mereka pesan.
Sementara itu, pihak pemilik warung diberikan imbauan oleh petugas yang bertugas.
Meski demikian, tampak beberapa kursi warung diangkut oleh petugas ke mobil pikap.
Berdasarkan unggahan tersebut, kejadian itu terjadi di Kudus.
"Warung makan sate di Kudus tepatnya di barat jembatan panjang harus rela kursi dan sebagian dagangannya dibawa petugas karena tetap melayani makan di tempat," tulis akun tersebut, dikutip Suara.com.
Komentar Warganet
Warganet ikut menanggapi soal video viral tersebut. Mereka memberikan respon melalui kolom komentar unggahan itu.
"Nggak gitu juga kali pak, kenapa mesti dibawa sih itu dagingnya," balas warganet.
"Nggak usah dibawa juga kali pak, kasihan jaman lagi susah gini. Cukup ingatkan dulu," timpal warganet.
"Disegel kan bisa. Kasih sanksi nggak bisa jualan beberapa hari, jangan dibawa kursi sampai daging-dagingnya juga," komentar warganet.
"Nggak usah dibawa juga kali bapak, cukup tegur aja suruh tutup. Astaga speechless," ujar warganet lain.
Berita Terkait
-
Covid-19 Tak Kenal Ampun, Indonesia Pecah Rekor, Sehari 29.745 Orang Terpapar
-
Dishub DKI Jakarta Kerahkan Seluruh Armada Bus Sekolah untuk Evakuasi Pasien Covid-19
-
TKA China Masuk Indonesia Saat PPKM Darurat, Pengamat: Kebijakan yang Melukai Rakyat
-
Hari Ketiga PPKM Darurat, Pimpinan DPR Sidak Pasar dan Mal di Jaksel
-
PPKM Darurat, Satpol PP Gunungkidul Batalkan Acara Pelantikan Pamong Desa
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!