Suara.com - Sekitar sepekan terakhir, kebutuhan sarana transportasi pasien positif Covid-19 ke rumah sakit sampai pengantaran jenazah karena virus Corona meningkat tajam. Sebuah kejadian yang diantisipasi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, berlaku 3-20 Juli 2021.
Dinas Perhubungan atau Dishub DKI Jakarta tanggap akan kondisi keterbatasan ambulans untuk mengantisipasi evakuasi pasien dan jenazah positif virus Corona ini.
Sejak beberapa waktu lalu, kendaraan dinas milik Dishub DKI Jaya telah dimodifikasi menjadi pengangkut jenazah pasien positif Covid-19 ke kompleks permakaman.
Kemudian, seluruh armada Unit Pengelola Angkutan Bus Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta dikerahkan untuk membantu penanganan Covid-19 di Ibu Kota.
Ketersediaan bus ini didapatkan karena sekolah tatap muka ditiadakan sejak pandemi Covid-19. Sejak itu, bus sekolah milik UPAS dialihfungsikan membantu penanganan Covid-19.
"Seluruh awak bus kami habis untuk seluruh layanan (penanganan Covid-19)," jelas Kepala UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murtadho saat dihubungi Suara.com, Senin (7/6/2021).
Saat ini, khusus untuk evakuasi pasien Covid-19 ada 40 armada yang dikerahkan dari sebelumnya, yaitu 16 bus. Dalam sehari, sekitar 300 lebih pasien diangkut menuju Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Nangrek, dan beberapa tempat isolasi lainnya.
Sementara sisa armada lainnya, dipergunakan untuk layanan antar jemput tenaga kesehatan, mobilitas vaksinasi, sampai layanan perbantuan pengambilan peti jenazah.
Untuk sejumlah layanan, ada 90 pengemudi termasuk awak UPAS dikerahkan. Mereka harus siap siaga selama 24 jam.
Baca Juga: Tak Punya Nurani, Begal Gasak Mobil Ambulans yang Baru Antar Pasien Positif Covid-19
"(Kami) bekerja 24 jam," tandas Ali Murtadho.
Mengingat interaksi dengan kasus Covid-19 berlangsung 24 jam, setidaknya ada 26 petugas yang terpapar Covid-19.
"Saat ini ada 26 orang yang masih menjalani perawatan di Rusun Nangrek dan Rumah Sakit Darurat Wisam Atlet Kemayoran," kata Ali Murtadho.
Sementara secara akumulasi ada 73 orang yang telah terpapar Covid-19. Jumlah itu termasuk pengemudi bus sekolah serta awaknya, dan staf UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Tanah Abang Macet, Mobil Parkir Liar 'Digulung' Satlantas dan Dishub
-
Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Bus Sekolah Ramah Disabilitas
-
Jakarta Menuju Kota Inklusif, Gubernur Pramono Luncurkan 32 Bus Sekolah Baru Khusus Disabilitas
-
Waspada Macet! Dishub DKI Bocorkan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas Saat Reuni 212
-
Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000? Ini Kata Dishub DKI!
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas
-
Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis
-
Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas
-
5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang
-
Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri
-
Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama
-
Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru
-
Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?
-
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil
-
Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil