Suara.com - Pemerintah terus memantau pergerakan atau mobilitas masyarakat dari dan ke daerah Pulau Jawa - Bali selama pelaksaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, 3 Juli sampai 20 Juli 2021.
Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, pemantauan itu dilakukan dengan menggunakan indikator Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light NASA.
"Kami menggunakan Facebook Mobility, Google Traffic dan Night Light dari NASA. Tiga indikator tersebut dibuat indeks komposit gabungan untuk menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum," ujar Jodi.
Berdasarkan analisis historis, persentase maksimal mobilitas penduduk adalah 30 persen untuk efektif menurunkan jumlah kasus penyebaran covid-19.
Tapi, kata Jodi, karena varian covid-19 yang kekinian berkembang adalah Delta, pemerintah harus menekan laju pergerakan masyarakat hingga 50 persen.
"Dengan adanya covid-19 varian Delta, estimasi kami, butuh penurunan mobilitas penduduk hingga 50 persen. Kita semua harus mendukung PPKM Darurat agar mencapai indikator tersebut," kata dia.
Namun, kata Jodi, pada tataran praktik, pergerakan masyakarat hingga hari keempat PPKM Darurat terbilang masih tinggi.
Mobilitas penduduk yang tergolong tinggi itu terutama di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Koordinator PPKM Darurat, kata Jodi, hari ini pun melakukan rapat dengan para kepala daerah dan aparat terkait untuk mengevaluasi PPKM Darurat di tiga provinsi tersebut.
Baca Juga: Derita Pekerja Mal di Kota Tasikmalaya saat PPKM Darurat, Dirumahkan Tapi Tak Dapat Upah
Karena itu, ia meminta agar kepala daerah segera melakukan evaluasi untuk mengurangi mobilitas selama masa PPKM Darurat.
"Data indeks tersebut nantinya akan diberikan pada masing-masing wilayah untuk segera dilakukan evaluasi dan intervensi, karena ditemukan masih banyak sekali pergerakan masyarakat di 3 Provinsi tersebut," ucap Jodi.
Lebih lanjut, Jodi menambahkan bahwa data indeks mobilitas tersebut nantinya segera digabungkan ke laman daring Kementerian Kesehatan.
Berita Terkait
-
Derita Pekerja Mal di Kota Tasikmalaya saat PPKM Darurat, Dirumahkan Tapi Tak Dapat Upah
-
Meski PPKM Darurat, Aurelya Ratamchia Dewanda Semangat Rilis Lagu
-
Pegawai Non Esensial Dipaksa Kerja Saat PPKM Darurat, Luhut: Lapor ke Pemerintah!
-
Selain APS-3 Anoa, Water Cannon Ikut Turun Tangan di Hari Ketiga PPKM Darurat Jakarta
-
Isi Waktu Saat PPKM Darurat, Aurelya Ratamchia Dewanda Pilih Cara Ini
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK