- Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang meskipun dunia menghadapi krisis ketidakpastian global.
- Prabowo menekankan pentingnya menjaga kegiatan ekonomi tetap berjalan di tengah situasi krisis saat ini.
- Krisis dipicu serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi krisis. Ia memastikan ekonomi harus tetap berjalan.
Melalui Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo turut menyinggung mengenai kondisi terkini di dunia yang penuh ketidak pastian. Apalagi terjadi krisis di banyak negara.
"Dunia penuh ketidakpastian, kita lihat bahwa krisis melanda banyak negara," kata Prabowo, Jumat (13/3/2026).
Meski demikian, Prabowo meminta rakyat tetap tenang. Ia berujar bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan dan kemampuan.
"Kita sikapi krisis ini tapi ekonomi harus berjalan, rakyat harus tenang. Kita masih punya kekuatan dan kemampuan sehingga roda kehidupan jangan sampai terhenti situasi secara garis besar masih bisa kita kendalikan," kata Prabowo.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan brutal terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan berbagai kerusakan dan banyak korban sipil.
Iran menanggapi agresi tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pre-emptif" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat penggantian tampuk kekuasaan di Iran.
Serangan AS-Israel telah membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
Baca Juga: Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
Berita Terkait
-
Prabowo Minta Luhut sampai Purbaya Sampaikan Laporan Terbuka di Sidang Kabinet Paripurna
-
Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia
-
Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
-
Sidang Kabinet: Prabowo Minta Jajaran Beri Pelayanan Mudik Terbaik Hingga Diskon Tarif
-
Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki