Suara.com - Mantan anggota DPR Fahri Hamzah buka suara soal pentingnya tinjauan multidisipliner dalam mengkaji kebijakan penanganan Covid-19.
Lewat beberapa cuitan yang ia unggah di akun Twitternya, Rabu (7/7/2021) Fahri Hamzah menyebut paling tidak ada penelitian lebih dalam dari dua kelompok keilmuan, yaitu alam dan sosial untuk menangani pandemi.
Ia juga menyebut ada kelompok ahli lain yang harusnya bekerja secara antisipatif. Misalnya, jika memang kemungkinan perang biologi terjadi, mereka bisa memikirkan bagaimana penanggulangannya.
"Setidaknya kita perlu menggali dari 2 kelompok ilmuan. Ilmuan IPA dan Ilmuan IPS (istilah zaman SMA ). Dari ilmuan IPA (virolog, epidemiolog, dll) membantu merumuskan kebijakan intinya. Dari ilmuan IPS (sosilog, psikolog, dll) membantu merujuskan kebijakan lanjutan," tulis Fahri Hamzah seperti dikutip suara.com, Rabu (7/7/2021).
"Ada kelompok ahli lain yang harusnya bekerja secara antisipatif; ini kelompok intelijen, Ahli geopolitik, dll untuk membaca apakah ada kemungkinan faktor-faktor lain. Semisal, jika memang ada perang biologi ya cara menghadapinya beda lagi. Jangan lugu, ini dunia kejam," lanjut Fahri Hamzah.
Lebih lanjut Fahri menyebut bahwa dunia saat ini sifatnya lebih kompleks. Oleh sebab itu ia menyarankan agar semua pihak lebih antisipatif terhadap segala kemungkinan.
"Dunia tempat kita hidup sekarang lebih kompleks. Disrupsi demi disrupsi: dari virus komputer sampai virus corona. Jadi kemampuan kita untuk mengakumulasi pengetahuan harus tinggi. Kita tidak boleh salah data (IPA) juga kata (IPS). Kita juga harus antisipatif," lanjutnya lagi.
Fahri menyebut dalam situasi seperti ini virus tak boleh menang. Semua pihak harus menggalang persatuan agar bisa memenangkan pertempuran melawan virus.
"Situasi ini, betapapun sulit tak boleh membuat kita terpukul apalagi kalah. Virus tidak boleh menang. Kita harus memenangkan pertempuran ini. Karena ikut kita perlu terus menggalang persatuan. Jangan mau diadudomba oleh algoritma media sosial yang memang maunya gitu," tulis Fahri.
Baca Juga: Cara Dapat Obat Gratis via Telemedicine untuk Pasien Covid-19 Isoman
Di cuitannya yang lain, Fahri menyebut saat ini merupakan momen tepat untuk menggalang persatuan.
Ia menyebut negara perlu berdialog dengan para tokoh agama dan sosial, sehingga lewat mereka umat dan masyarakat bisa tercerahkan.
"Negara perlu berbicara kepada ulama, bapak pendeta, pastor, biksu dan pedanda, dan tokoh sosial lain. Agar dari mereka muncul pencerahan kepada seluruh warga dan umat. Jangan biarkan tokoh-tokoh ini salah paham. Ini waktu menggalan solidaritas. #GelombangSolidaritas2021 #GS2021," pungkas Fahri.
Dalam beberapa cuitan tersebut, Fahri Hamzah menggunakan tagar #GS2021 dan #GelombangSolidaritas2021 untuk menandai cuitan yang isinya mengajak semua pihak bersatu menghimpun kekuatan untuk melawan virus ini.
Berita Terkait
-
Cegah Penularan Covid-19 Varian Delta, Australia Perpanjang Penguncian Kota Sydney
-
7 Langkah Mencuci Tangan yang Benar Menurut WHO, Terapkan Mulai Sekarang
-
Studi Israel: Efektivitas Vaksin Pfizer Turun Jadi 64 Persen Lawan Varian Delta
-
Cara Dapat Obat Gratis via Telemedicine untuk Pasien Covid-19 Isoman
-
Viral di TikTok, Lagu Rap dari 2013 Diklaim sebagai Ramalan Covid-19? Ini Faktanya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap