Health / Konsultasi
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:00 WIB
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Dua dosis vaksin virus corona Pfizer mengalami penurunan efektivitas dalam mencegah varian delta. Hal ini dinyatakan oleh data baru dari Kementerian Kesehatan Israel. 

Melansir dari Independent, vaksin yang sebelumnya punya efektivits lebih dari 90 persen melawan varian asli. Sayangnya efektivitas turun menjadi 64 persen dalam mencegah infeksi Covid-19 varian delta. 

Sebelum ada varian delta, Israel menunjukkan bahwa vaksin Pfizer/BioNTech adalah 94 persen efektif dalam mencegah infeksi.

Dalam hal mencegah penyakit serius atau gejala parah, penurunan efektivitas juga terjadi. Pada bulan Mei ditemukan bahwa dua dosis vaksin Pfizer mencegah 98 persen infeksi virus corona yang serius, sedangkan pada bulan Juni begitu varian Delta mulai beredar luas, angka ini turun menjadi 93 persen.

Meskipun demikian, sebuah laporan dari kementerian kesehatan mengatakan bahwa vaksin tersebut tetap sangat efektif dalam mencegah penyakit serius dan rawat inap.

Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)


Seorang pejabat kesehatan senior mengatakan kepada ynet news bahwa data tersebut benar-benar memprihatinkan. Pejabat itu mengatakan bahwa vaksin tampaknya kurang efektif dan menambahkan bahwa kementerian kesehatan harus mempertimbangkan suntikan penguat untuk populasi yang rentan. 

Sebuah studi dari Universitas Ibrani juga menemukan vaksin Pfizer kurang efektif, mereka mencatat kemanjuran 70 persen  terhadap infeksi dengan varian Delta. Namun dengan presentasi tersebut, para ahli maih merekomendasikan vaksin ini karena masih mampu melindungi.

Pfizer telah dihubungi untuk memberikan komentar dari hasil temuan di Israel, namun belum memberikan pernyataan. 

Baca Juga: Kewalahan! Viral Video Antrean Panjang Pemulasaran Jenazah Covid di RSUD Jombang

Load More