Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 fokus memperbanyak kapasitas ruang isolasi untuk pasien Covid-19. Ini bertujuan untuk menekan angka kematian dalam ledakan pandemi yang mencetak rekor tertinggi mencapai 1.040 orang meninggal dunia kemarin.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan strategi menambah tempat tidur isolasi adalah hal yang paling tepat untuk menekan angka kematian, sehingga kondisi pasien bisa terpantau.
"Kebijakan pemerintah saat ini untuk mencegah kematian baik dengan menambah nakes, distribusi pasien sesuai gejala dan konversi tempat tidur serta pembuatan RS darurat harus diikuti dengan partisipasi masyarakat untuk taat melakukan upaya preventif sesuai yang tertuang dalam peraturan," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Kamis (8/7/2021).
Dia meminta masyarakat yang merasakan gejala Covid-19 agar segera datang ke Puskesmas terdekat untuk tes Covid-19 lalu jika bergejala ringan atau tidak bergejala bisa isolasi mandiri di rumah, tentu setelah berkonsultasi dengan Puskesmas.
"Apabila ada masyarakat merasakan gejala mirip covid-19 segera pergi ke Puskesmas terdekat, jika didiagnosis positif dan gejala yang dirasakan ringan bahkan tidak ada, maka lakukanlah isolasi mandiri segera dengan komunikasi intensif dengan puskesmas setempat untuk pengawasannya," tuturnya.
Dikahui, pandemi Covid-19 di Indonesia terus melonjak, hingga hari ini 38.391 orang positif yang kembali mencetak rekor penambahan harian tertinggi sepanjang pandemi.
Total kasus Covid-19 sudah menembus 2.417.788 orang, 359.455 kasus aktif atau masih dalam perawatan, 62.760 jiwa meninggal dunia, dan 1.994.573 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman