Suara.com - Dokter kandungan menempati posisi kedua paling meninggal dunia karena Covid-19 yakni sebanyak 28 orang. Hal itu berdasarkan informasi yang disampaikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pada 5 Juli 2021.
Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi mengatakan, penyebab tingginya angka kematian pada dokter kandungan karena hampir 51,5 persen ibu hamil terkonfirmasi Covid-19 dengan status OTG (orang tanpa gejala).
Presentase itu dikutip Adib dari data Persatuan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI).
“Jadi memang risiko paparannya itu, kalau misalnya kita dalam kondisi yang normal, kita bisa screening lah, dengan SWAB Antigen, dengan PCR. Cuman kalau ibu hamil datang sudah pembukaan lengkap , mau tidak mau harus tetap ditolong. Itu kan suatu kondisi yang memang menjadi suatu resiko,” kata Adib saat dihubungi Suara.com, Jumat (9/7/2021).
Jelasnya, bagi dokter kandungan di rumah sakit, terdapat sejumlah tempat yang menjadi potensi penularan seperti di poli pelayanan, ruang melahirkan, dan ruang operasi.
“Nah karena kondisi kandungan itu lebih banyak kondisi emergensi maka tentunya susah untuk kemudian membuat pembatasan-pembatasan pasien, karena kasus-kasus melahirkan cukup tinggi saat ini,” paparnya.
“Dan dengan kondisi tadi (51,5 persen ibu hamil OTG), maka risiko pasien-pasien yang ditanganinya juga ya bisa dikatakan ya tadi sebagian juga memang sudah positif Covid-19,” sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI) Ari Kusuma Januarto menyebutkan banyak ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Saat ini sedang terjadi peningkatan kasus pada ibu hamil terkonfirmasi oleh Covid-19. Ini sendiri meningkat adanya varian baru, jadi kami merasa perlu adanya perlindungan pada ibu hamil,” kata Ari lewat video diskusi daring, Jumat (2/7/2021) minggu lalu.
Baca Juga: Tolong Persalinan Ibu Hamil, 3 Dokter Spesialis Kandungan di Balikpapan Positif Covid-19
Berdasarkan data yang dihimpun POGI, sepanjang April 2020-Maret 2021, dilaporkan 536 ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19.
“Dari 536 itu secara 51,5 persen mereka OTG (Orang Tanpa Gejala)” imbuh Ari.
Jelasnya, sebanyak 75 persen ditemukan terpapar Covid-19 pada usia kandungan 37 minggu atau menjelang proses melahirkan.
“Artinya, dia (ibu hamil) mungkin terlambat diketahui atau dia juga baru datang (periksa) saat usia 37 minggu. Sehingga 37 minggu kita ketahui itu masa-masa dia mau melahirkan, ini jelas akan membutuhkan fasilitas untuk dirujuk segala macam,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
Terkini
-
Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025
-
Roy Suryo Siap Laporkan Balik Eggi Sudjana, Sebut Ada Strategi Adu Domba 'Otoritas Solo'
-
Heboh Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK, Begini Penjelasan Pihak Pengelola
-
Batal Lanjutkan RJ, Penghentian Kasus Hogi Minaya Tinggal Tunggu Surat Kejari Sleman
-
Nyaris Seluruh Faskes di Daerah Bencana Sumatera Berfungsi Normal
-
Buka Pelatihan Komunikasi Sosial, Kapolda Metro Jaya: Polisi Jangan Sakiti Hati Masyarakat!
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Beri Respons Begini
-
Lisa BLACKPINK 'Ambil Alih' Kota Tua untuk Syuting Film, Sejumlah Jalan Direkayasa hingga 7 Februari
-
Ketegangan AS-Iran Meningkat, Komisi I DPR RI Desak Kemlu Siaga Lindungi WNI
-
Fit and Proper Test DPR Disebut Cuma Formalitas, Formappi: Hanya Panggung Politik