Suara.com - Banyak efek samping serius yang disebabkan oleh virus corona Covid-19, seperti kerusakan paru hingga infeksi jamur yang belakangan mengkhawatirkan. Tapi, banyak pula wanita yang melaporkan perubahan frekuensi durasi, aliran dan intensitas menstruasi ketika terinfeksi virus corona.
Dr Loveleena Nadir, seorang ginekolog di Delhi, mengatakan sekarang ini hanya ada anekdot yang mendukung anggapan bahwa pola menstruasi bisa bervariasi akibat virus corona Covid-19. Artinya, masih belum ada penelitian medis yang mendukung hasil ini.
Menstruasi yang tidak teratur ini bisa dikaitkan dengan stres dan faktor terkait. Karena, virus corona Covid-19 telah mengakibatkan isolasi selama berminggu-minggu, karantina, pengurangan aktivitas fisik, perubahan pola diet, pengalaman psikologis yang menyakitkan, peningkatan tanggung jawab dan menyebabkan ketakutan hingga stres.
Bahkan dilansir dari Health Shots, beberapa penelitian merasakan ketidaknyamanan fisik yang bertambah dan berkurang sesuai dengan siklus bulanannya. Siklus menstruasi yang teratur bisa menunjukkan pemulihan dari gejala pasca-Covid-19.
Pembekuan yang tidak biasa dan pendarahan hebat adalah beberapa gejala lainnya. Periode menstruasi yang tidak teratur atau periode menstruasi yang berlangsung lama juga dialami wanita yang merasa infeksi virus corona berdampak pada kesehatan reproduksi mereka.
Sementara itu, stres akibat pandemi virus corona bisa mengganggu poros ovarium hipofisis hipotalamus. Bagian ini adalah sistem respons pusat tubuh yang menyebabkan peningkatan kadar kortisol, intoleransi hormonal dan ketidakteraturan dalam siklus menstruasi.
Sekarang ini, belum ada bukti atau kolerasi actual antara virus corona Covid-19 dan menstruasi. Penelitian dan studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan respons inflamasi bisa menyebabkan perubahan siklus menstruasi.
Namun, siklus menstruasi yang tidak teratur dalam satu atau dua kali tak perlu dikhawatirkan, kecuali kondisi ini berlanjut terus-menerus. Maka seseorang harus konsultasi dengan dokter kandungan.
Pada umumnya, dokter mengatakan siklus menstruasi yang tidak teratur adalah masalah reproduksi yang umum dialami wanita dan orang yang baru saja pulih dari virus corona Covid-19.
Baca Juga: WHO Bikin Label Baru untuk Menyebut Varian Virus Corona, Tak Lagi Pakai Nama Negara!
Karena itu, kesampingkan penyebab lain bila siklus menstruasi Anda tidak teratur dalam waktu 1 atau 2 minggu. Di sisi lain, setiap orang juga mengalami siklus menstruasi yang berbeda-beda.
Beberapa orang memperhatikan siklus menstruasinya tidak teratur setelah terinfeksi virus corona. Sedangkan, beberapa lainnya juga mengaku menstruasinya lebih berat setelah terinfeksi virus corona.
Faktanya, beberapa ahli memperdebatkan bahwa siklus menstruasi tidak teratur setelah infeksi virus corona mungkin merupakan mekanisme perlindungan evolusioner.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin