Suara.com - Program uji coba 4 hari kerja yang diluncurkan pemerintah Islandia berjalan sukses. Meskipun mengurangi jam operasional, para pekerja terbukti mengalami peningkatan produktivitas.
Menyadur HR Reporter Selasa (13/07) uji coba itu menunjukkan bahwa mempersingkat jam kerjamemiliki efek positif pada keseimbangan kehidupan kerja.
"Para pekerja mengalami peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja," tulis laporan Going Public: Iceland's Journey to a Shorter Working Week.
Laporan juga menyebut jam kerja yang lebih pendek adalah strategi utama bagi pemerintah lain yang ingin mengatasi keseimbangan kehidupan kerja dan kekurangan kesejahteraan.
Keberhasilannya membawa angin segar bagi para pekerja Islandia karena mereka akan memiliki pengurangan jam kerja permanen di seluruh negeri.
Secara total, sekitar 86 persen dari seluruh populasi pekerja Islandia kini telah pindah ke jam kerja yang lebih pendek atau telah mendapatkan hak untuk mempersingkat jam kerja mereka.
Uji coba mempersingkat jam kerja ini berawal saat Dewan Kota Reykjavík dan pemerintah nasional Islandia melakukan program pekan kerja yang lebih pendek pada tahun 2015 dan 2017.
Program ini melibatkan lebih dari satu persen total populasi pekerja Islandia di mana banyak di antaranya berpindah dari 40 jam kerja menjadi 35 atau 36 jam seminggu tanpa pengurangan gaji.
Uji coba berkembang dengan memasukkan 9 hingga lima pekerja yang memiliki pola shift non-standar seperti kantor hingga sekolah bermain, penyedia layanan sosial, dan rumah sakit.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Suara Adzan Bisa Kecilkan Covid-19, Terbukti Negara Eropa Buka Masjid?
Pekerja yang terlibat dalam uji coba mengalami peningkatan kesejahteraan di tempat kerja sementara tempat kerja yang bekerja pada jam penuh tidak menunjukkan peningkatan.
Di kedua uji coba, banyak pekerja merasa lebih baik, lebih berenergi dan tidak terlalu stres. Mereka juga sehingga memiliki lebih banyak energi untuk olahraga dan hobi.
Hal ini ternyata berdampak positif pada pekerjaan. “Kesejahteraan meningkat drastis di berbagai indikator hingga keseimbangan kesehatan dan kehidupan kerja,” tulis laporan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan
-
Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'