Suara.com - Pemerintah telah memberlakukan aturan PPKM Darurat yang diselenggarakan di wilayah Jawa-Bali.
Pemberlakuan PPKM Darurat ini membuat sejumlah pihak merasa dilema. Mulai dari pedagang, pekerja kantoran hingga aparat yang bertugas.
Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Kota Depok Taufiqurakhman mengungkapkan dirinya kerap mendapatkan curhatan dari warga selama PPKM Darurat.
Dirinya mengaku sering mendapatkan protes hingga curhatan dari warga yang hendak melintas.
Pasalnya, selama PPKM Darurat, sejumlah ruas jalan terpaksa ditutup untuk mengurangi mobilitas pengguna jalan.
Taufiq mengaku secara kemanusiaan dirinya tidak tega melihat warga yang curhat lantaran jalanan ditutup.
Hal tersebut ia ungkapkan dalam tayangan Youtube Najwa Shihab, Kamis (15/7/2021).
"Dilema yang sering kita hadapi terhadap pengguna jalan itu sering terjadi cekcok dengan petugas," ujarnya, dikutip Suara.com.
Dia sering mendapatkan curhatan dari warga yang hendak melintas.
Baca Juga: Situasi Terkini Pos Penyekatan PPKM Darurat Lenteng Agung, Pekerja Wajib Bawa STRP
"Banyak, di antaranya ibu-ibu emak-emak yang ingin buru-buru gitu ya, 'kalian ini ngapain sih disekat-sekat' nah gitu banyak," jelasnya.
Kemudian, Taufiq mengungkapkan kerap mendapatkan curhatan dari pekerja kantoran.
"Kita mau cari uang, keluarga kita juga butuh cari makan, segala macam," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Taufiq pun menjelaskan bahwa mereka boleh melintas.
Namun, mereka harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Selain itu, Taufiq juga memberikan opsi jalan lain agar mereka sampai ke tujuan.
Imbau Sampaikan Keluhan secara Sopan
Taufiq juga mengungkapkan bahwa selama dirinya bertugas tidak pernah terpancing emosi.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan keluhannya secara sopan.
"Kita juga senantiasa mengimbau kepada warga masyarakat untuk menyampaikan keluhannya secara sopan kepada petugas biar bisa argumentasinya dan surat-suratnya diterima oleh petugas," ungkap Taufiq.
Berita Terkait
-
PPKM Darurat Anak Airlangga Malah ke Luar Negeri, Netizen: Enak Banget Ya Anak Pejabat
-
Catat! Syarat Masuk ke Kota Bandung selama PPKM Darurat
-
Situasi Terkini Pos Penyekatan PPKM Darurat Lenteng Agung, Pekerja Wajib Bawa STRP
-
Pengemudi Ojol Dibolehkan Angkut Penumpang Saat PPKM Darurat, Simak Syaratnya
-
Duh! ABG di Solo Pamer Skill Freestyle di Jalanan, Endingnya Berakhir Menyedihkan
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Pakar: Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung Tak Punya Dasar Hukum, Hanya Redam Konflik Institusi
-
Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS
-
Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih
-
Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?
-
Ancaman Bom Warnai Hari Pertama MPLS, Pemprov DKI Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
-
Pesan 'Bunda' untuk Siswa di Hari Pertama MPLS 2026: Saling Jaga Teman, Jangan Ada Lagi Perundungan
-
Anak Korban Kekerasan Seksual 27 Pria di Sampang Butuh Pemulihan, Bukan Sekadar Hukuman Pelaku
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum