“Hati-hati jakarta mengganas , sekarang angkut mayat gak lg pake Ambulance, biar cepet pakai Truck must 12 Peti #stay safety guys dmn pun berada tetAp Patuhi protokol#”
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan media Suara.com, informasi seputar pengangkutan jenazah dengan truk tersebut hoaks. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengonfirmasi bahwa foto truk pengangkut jenazah yang beredar di sosial media itu hanyalah sebuah simulasi alias percobaan.
3. Jenazah Covid-19 yang Dibuang di Laut India Hanyut sampai Malaysia?
Beredar foto sesosok jenazah diduga pasien positif Covid-19 yang dilempar ke laut hanyut hingga ke Sabah, Malaysia. Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Barin Gimin.
Ia mengunggah beberapa foto nelayan yang sedang menjaring ikan di lautan. Dari hasil tangkapan jaring, nelayan tersebut menemukan sesosok pria yang tak bernyawa.
Berikut narasi yang dibagikan:
"Mayat Covid-19 yang di buang laut di India sampai di sabah siapa berani makan sudah patutlah ikan sekarang lain macam rasanya.!!!"
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Senin (7/6/2021), klaim yang menyebutkan jenazah Covid-19 yang dibuang di Laut India hanyut sampai Malaysia adalah klaim yang salah.
Setelah ditelusuri, ternyata foto-foto tersebut sudah beredar pada tahun 2014 dan 2017 lalu kemudian diunggah ulang dengan mengaitkan pandemi Covid-19 di India.
Baca Juga: Unggah Foto Hasil Tes Antigen, Michelle Christo Eks JKT48 Dihujat Netizen
4. Viral Video 450 Kantong Jenazah Covid-19 saat Dibuka Berisi Kertas?
Beredar video yang menyebutkan penemuan 450 jenazah pasien virus corona saat dibuka berisi kertas. Video ini langsung menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Facebook Minel Minell Bisa.
Dalam postingannya, Minel Minell Bisa mengklaim ada 450 jenazah Covid-19 yang hanya berisi kertas. Ia menyebut kejadian ini menimpa seluruh dunia.
Berikut narasi yang dibagikan:
“450 “kematian karena covid”.
Padahal, ada 450 kantong berisi kertas.
Begitulah yang terjadi di seluruh dunia.”
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- Jaringan media Suara.com, video jenazah Covid-19 berisi kertas itu dipastikan salah. Faktanya, video itu merupakan aksi unjuk rasa mahasiswa kedokteran dari Universidad Central de Venezuela.
Aksi unjuk rasa itu dilakukan di Venezuela. Mereka berunjuk rasa dengan menggunakan properti berupa beberapa kantong jenazah berisikan kertas. Aksi ini sebagai bentuk protes karena banyaknya tenaga kesehatan yang meninggal terinfeksi Covid-19.
5. Jenazah Covid-19 Dilempar ke Makam Seperti Kubur Hewan?
Beredar video singkat sejumlah tenaga medis menguburkan pasien Covid-19 dengan cara yang tak manusiawi. Jenazah Covid-19 dilempar dari dalam peti ke dalam liang lahat.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Kultum Ustaz Abdul Somad, Lc.Ma pada 23 September 2020. Berikut narasi yang ditambahkan dalam unggahan video tersebut:
"Subhanallah, jenazah diperlakukan seperti menguburkan binatang."
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (26/9/2020), klaim yang menyebut jenazah Covid-19 dilempar ke makam seperti mengubur binatang adalah klaim yang keliru.
Faktanya, video tersebut merupakan hasil suntingan atau editan orang yang tak bertanggungjawab. Video tersebut diduga sengaja disunting memanfaatkan masa pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung.
6. Mayat Covid-19 Digantung di Dinding Rumah Sakit Rusia?
Beredar video singkat jenazah dibungkus plastik hitam tergantung di dinding sebuah rumah sakit. Jenazah dibungkus plastik hitam tersebut diklaim merupakan jenazah Covid-19 yang mati di apartemen tersebut.
Narasi tersebut dimuat oleh akun Facebook bernama Edwin Enoredwin. Ia menyebut ada sekitar 200 orang di sebuah apartemen meninggal. Jenazah yang terpapar Covid-19 itu diturunkan dari atas gedung rumah sakit dengan cara diikat satu per satu.
Berikut narasi yang dibagikan:
"Di Rusia sekali kubur 200 mayat tuh satu apartement mati semua, tuh mayat direntengin sekali sepuluh di truk penuh mayat. Ya Tuhan lindungilah kami dari wabah Covid-19 ini."
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Suara.com, Jumat (18/9/2020), klaim yang menyebutkan mayat Covid-19 digantung di dinding rumah sakit di Rusia adalah klaim yang keliru.
Faktanya, mayat-mayat dibungkus plastik hitam yang tergantung di dinding gedung tersebut berisi manekin, bukan manusia. Mayat manekin yang tergantung di dinding tersebut digunakan sebagai properti video klip rapper Rusia, Husky.
7. Jenazah Covid-19 Ini Dikubur Pakai Daster Tanpa Syariat Islam?
Beredar di media sosial, klaim yang mengatakan bahwa ada salah satu jenazah covid-19 yang dikubur saat masih memakai daster dan tidak sesuai dengan syariat fardhu kifayah Islam.
Klaim tersebut diunggah dalam halaman blog pribadi Facebook Viral-in-Donesia. Akun itu mengunggah foto jenazah di dalam peti yang sudah dimasukkan ke liang lahat.
Berikut narasi yang dibagikan:
"Seorang Ibu awalnya segar bugar. Sekedar ingin cek kesehatan apakah terkena virus atau tidak. Tapi justru setelah melewati tes kesehatan selama 10 hari di ruang isolasi meninggal dan jadi pasien positif COVID 19 DI RSUD Sembiring Medan. Di kuburkan di pekuburan SukaMaju stm sesuai protokol kesehatan. Ternyata ketika di kuburkan, Alloh memperlihatkan bukti rekayasa kebohongan Virus Corona. dengan cara peti Jenazah tidak muat ketika hendak di masukan kedalam kubur. pihak keluarga awalnya hanya boleh melihat dari jauh, kemudian mendekati paksa dan mencoba membuka peti. dan ternyata si mayat yg di kuburkan oleh pihak RSUD seperti binatang masing menunggunakan daster????? (tidak sesuai Dengan syariat fardhu kifayah Islam)
SC: KELUARGA CEMANA
SHARE SUPAYA BANYAK YG TAU!"
Berdasarkan penelurusan Turnbackhoax.id -- Jaringan Suara.com, klaim yang mengatakan bahwa jenazah Covid-19 tersebut dikuburkan saat memakai daster dan tanpa syariat Islam adalah klaim yang keliru.
Faktanya, jenazah telah dimandikan oleh pihak rumah sakit Sembiring, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Medan, sebelum dikafani dan dimasukkan ke peti.
Berita Terkait
-
Unggah Foto Hasil Tes Antigen, Michelle Christo Eks JKT48 Dihujat Netizen
-
Viral Kentang Goreng Harga Hampir Rp3 Juta, Berlapis Taburan Emas 23 Karat
-
Viral Kucing Duduk di Atas Kuburan Majikan, Netizen: Begitu Setianya Kamu
-
Disorot Media Asing! Dokter Yuda Tawarkan Tur Gratis ke RS Bagi Penyangkal Covid-19
-
10 Singkatan PPKM ala Warganet, Berisi Kritikan sampai Curhatan Nyesek
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus