- Dua rangkaian Commuter Line Rangkasbitung dilempar batu oleh orang tidak dikenal pada Minggu, 24 Mei 2026 malam.
- Aksi vandalisme tersebut menyebabkan kaca jendela dan pintu kereta pecah di lintas Daru-Tigaraksa serta Kebayoran-Palmerah.
- KAI Commuter telah mengganti kaca rusak dan mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan sarana kereta dari tindakan pidana.
Suara.com - Dua rangkaian Commuter Line Rangkasbitung menjadi sasaran aksi pelemparan oleh orang tidak dikenal dalam rentang waktu kurang dari 30 menit pada Minggu (24/5/2026) malam.
Kejadian pertama menimpa Commuter Line Rangkasbitung No. 1762 tujuan Stasiun Tigaraksa di lintas Daru–Tigaraksa.
"Terjadi sekitar pukul 19.20 WIB, mengakibatkan satu kaca jendela dan satu kaca pintu penumpang retak," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Senin (25/5/2026).
Berselang 24 menit kemudian, giliran Commuter Line Rangkasbitung No. 1783 tujuan Stasiun Tanah Abang menjadi sasaran di lintas Kebayoran–Palmerah.
"Sekitar pukul 19.44 WIB, dengan dua kaca di bagian pintu dan jendela dilaporkan pecah," lanjut Karina.
Petugas pengamanan Stasiun Tenjo dan Stasiun Kebayoran segera menyisir area kejadian usai menerima laporan, namun tidak menemukan pelaku maupun orang mencurigakan di sekitar lokasi.
Guna mencegah pengguna jasa terluka akibat serpihan kaca, KAI Commuter langsung melakukan penggantian kaca yang rusak di Stasiun Parung Panjang oleh petugas perawatan sarana KRL.
Petugas turut memberikan edukasi antivandalisme kepada warga yang bermukim di sekitar lokasi pelemparan.
Tindakan ini tidak hanya merusak sarana publik, tetapi juga mengancam keselamatan penumpang yang tengah berada di dalam gerbong.
Baca Juga: Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian secara tegas melarang tindakan vandalisme yang menyebabkan rusaknya prasarana dan sarana perkeretaapian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun sesuai KUHP Bab VII tentang kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang.
KAI Commuter tak lupa mengimbau berbagai pihak untuk ambil bagian dalam mencegah kejadian serupa terulang.
"Kami berharap juga atas peran aktif dari pemerintah setempat, pemuka masyarakat, dan orang tua untuk selalu mengedukasi warga serta anak-anak agar bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta dengan tidak melakukan tindakan vandalisme seperti pelemparan ini," tutup Karina.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku masih belum berhasil diungkap.
Berita Terkait
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Kacau Balau di Jam Sibuk! Jalur Senen Tersumbat KA Anjlok, KRL Cikarang Kena Imbas
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur
-
Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Sosoknya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan