Suara.com - Dokter dari Amerika Serikat (AS), Dokter Faheem Younus mengungkapkan bahwa keluarga dapat menyaksikan proses pemulasaraan jenazah Covid-19 dari jarak dekat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat.
Melalui cuitannya dalam Bahasa Indonesia, Dokter Faheem menyebut hal ini sesuai dengan acuan protokol kesehatan pemakaman pasien Covid-19 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.
Protokol kesehatan pemakaman bagi keluarga wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD), masker N95, sarung tangan, kacamata google atau face shield, lalu setelah itu membersihkan tubuh dengan sabun atau klorin.
"Anda dapat menyentuh atau memandikan tubuh (jenazah). Pakai saja masker N95, gaun, sarung tangan. Keluarga dapat melihat mayat dari jarak 3 kaki (1 meter)," kata @FaheemYounus dikutip Suara.com, Selasa (20/7/2021).
Dokter Faheem menyebut resiko penularan dari jenazah Covid-19 cenderung lebih kecil, sebab penularan berasal dari cairan droplet. Cairan droplet biasanya keluar dari mulut saat batuk, bersin, atau berbicara tanpa mengenakan masker.
"Pasien covid yang hidup jauh lebih menular daripada mayat covid," tegasnya.
Dia juga membandingkan dengan pasien virus Ebola yang bisa menular lewat lebih banyak saluran seperti air liur, darah, keringat, urin, hingga feses, sehingga jenazah pasien ebola memiliki risiko lebih tinggi.
Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan hanya memperbolehkan proses pemulasaraan dan pemakaman dilakukan oleh petugas dari dinas kesehatan atau instansi terkait dengan protokol kesehatan yang ketat.
Baca Juga: Warga Surabaya Antusias Daftar Jadi Relawan Covid-19, Jumlahnya Capai 2000 Ribu Lebih
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif