Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita menangis saat melihat hasil tabungannya.
Video itu dibagikan oleh akun Tiktok @melatilatief22. Wanita tersebut menangis melihat uangnya.
Dirinya tidak menyangka uang yang selama ini ia tabung berakhir tak sesuai ekspetasinya.
Uang tersebut dalam kondisi tidak utuh. Dalam video tersebut, uang itu hanya tersisa sobekan kertas.
Wanita itu menangis sejadi-jadinya. Ia tak menyangka uangnya bisa menjadi seperti itu.
Sisa Uang
Dalam video tersebut, wanita itu menangis sembari menutupi wajahnya.
Ia mengaku kaget sampai menangis melihat uang yang selama ini dirinya tabung di sebuah tempat.
Saat dirinya membuka tabungan tersebut, ia melihat uangnya sudah menjadi serpihan kertas.
Baca Juga: Viral Bocah Tidur Berselimut Karung di Pinggir Jalan, Kondisinya Bikin Publik Iba
"Susah nabung, pas pulang salat tabungannya udah kayak gini," ujar akun tersebut, dikutip Suara.com.
Uang tersebut terlihat banyak yang sobek diduga dimakan rayap. Terdapat sejumlah uang kertas di dalam tabungan tersebut.
Namun, kondisi uang tersebut sudah tidak utuh. Uang tersebut tampak sobek.
Sementara itu, wanita tersebut hanya bisa menangis dan memamerkan uang yang sobek.
Tak diketahui jumlah uang yang wanita tabung. Dirinya menabung itu ke dalam sebuah tempat tabungan di rumah.
Hanya tersisa beberapa uang yang kondisinya masih utuh.
Komentar Warganet
Melihat video tersebut, warganet ikut memberikan respons dan komentarnya.
Hingga saat ini video tersebut telah dikomentari hingga 15 ribu orang.
"Nyesek sih ini soalnya tahu ngumpulin niat buat nabung itu nggak gampang," ujar warganet.
"Lebih nyesek ini ketimbang putus cinta, udah lama nabung sampai rela nggak jajan, eh uangnya rusak," komentar warganet.
"Saran aja ya kalau mau nabung lebih aman di bank, kalau dicelengan bisa jamuran duitnya terus dimakan rayap," kata warganet lain.
"Pecinta nabung nyeseknya sampai sini sumpah," tulis warganet lainnya.
Videonya dapat disaksikan di sini.
Berita Terkait
-
Kocak! Aksi Pelanggan Beri Tip untuk Driver Ojol, Tapi Harus Jawab Pertanyaan Ini
-
Viral Bocah Tidur Berselimut Karung di Pinggir Jalan, Kondisinya Bikin Publik Iba
-
Viral Warga 'Menyerbu' Puskesmas di Bondowoso, Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pikap
-
Viral Satpam Ini Uji Air Kran Pake Alat Swab, Hasilnya Positif Covid-19
-
Viral Pengantin Diarak di Puskesmas Gegara Belum Tes Swab dan 5 Berita Viral Lainnya
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi