Suara.com - Warga lereng Gunung Merapi di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tetap menggelar upacara sedekah ke kawasan puncak Merapi dengan jumlah terbatas pada malam 1 Suro atau Senin malam.
Camat Selo Joko Prihanto di Boyolali, Senin (9/8/2021), mengatakan dalam ritual itu, mereka yang terbatas berjumlah 10 orang, antara lain membawa kepala kerbau ke kawasan puncak Merapi, di lokasi bernama Pasar Bubrah.
Ia menjelaskan acara arak-arakan dan pentas kesenian dalam tradisi ritual labuhan ditiadakan karena masih pandemi Covid-19. Oleh karena pandemi, tahapan ritual kepala kerbau oleh juru kunci Gunung Merapi dilakukan di Balai Desa Lencoh.
"Kepala kerbau langsung dibawa ke Pasar Bubrah dilabuhkan. Kami tidak boleh ada undangan dari luar Selo, termasuk anggota forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) memantau dari jauh," kata Joko.
Pihaknya bersama Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Selo memantau ritual dari kantor kecamatan setempat, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Dia menjelaskan inti sedekah gunung adalah doa oleh warga bertepatan dengan malam 1 Sura. Namun, situasi pandemi membuat kegiatan mereka dikemas dengan sebaik-baiknya supaya tidak menimbulkan kerumunan massa.
"Hal ini dapat dilihat bahwa kami benar-benar melarang adanya kerumunan hajatan. Ritual labuhan kepala kerbau akan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB. Tidak ada undangan untuk warga karena pandemi COVID-19 masih sangat bahaya," ujarnya.
Samsuri (41), seorang warga Desa Lencoh, mengatakan sedekah gunung tetap dilakukan warga, namun karena pandemi membuat tradisi itu dibuat simpel dengan jumlah orang yang terbatas.
Sebanyak 10 orang dari Tim Siaga Desa (TSD) Lencoh akan membawa kepala kerbau ke Pasar Bubrah di kawasan puncak Merapi pada Senin malam.
Baca Juga: Masih Erupsi, sejak Pagi Gunung Merapi Semburkan 2 Kali Awan Panas hingga 2 Km
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali Susilo Hartono mengatakan sedekah gunung tetap dilakukan warga Desa Lencoh, namun jumlah mereka terbatas 10 orang, secara swadaya desa, dan tidak mengundang warga lainnya, termasuk Disporapar.
Ia juga mengingatkan warga tetap mematuhi prokes, segera vaksinasi, dan keluar rumah hanya apabila ada kepentingan mendesak, serta menjaga kesehatan agar imunitas meningkat di tengah pandemi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Petugas KLIA Dicurigai Bantu Pilot Mohd Saufi bin Othman Selundupkan 70 Ribu Narkoba ke Jakarta
-
Banjir Terjang Kota Padang, 2.033 Warga Dievakuasi
-
Promo Indomaret Terbaru 4 Agustus 2026: Susu Formula, Popok, hingga Skincare Diskon Besar
-
MMKSI Optimistis Penjualan Mitsubishi XForce Capai Target di GIIAS 2026
-
Ironi Perayaan Kemerdekaan: Pejabat Pakai Anggaran, Warga Bayar Patungan
-
Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz
-
Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi
-
Lirik Lagu Honk! no na dan Maknanya yang Viral, Bawa Budaya Lokal ke Kancah Global
-
4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!
-
IHSG Bertahan di Level 6.200, MDKA Melonjak