- Terdakwa Kerry Andrianto mengklaim ayahnya, Riza Chalid, tersangka korupsi migas, tidak tahu mengenai status buronan *red notice*.
- Polri telah mengidentifikasi dan memetakan lokasi persembunyian Riza Chalid di salah satu negara anggota Interpol.
- Tim khusus Polri telah dikerahkan bergerak ke negara tersebut untuk menindaklanjuti permintaan penangkapan internasional.
Suara.com - Terdakwa kasus korupsi minyak mentah, Kerry Andrianto, membuat pengakuan terkait status ayahnya, Muhammad Riza Chalid, yang kini menjadi buronan internasional.
Di tengah perburuan yang dilakukan Polri bersama Interpol, Kerry Andrianto justru mengklaim sang ayah tidak mengetahui apa pun mengenai statusnya dalam daftar pencarian orang.
Diketahui, Riza Chalid merupakan tersangka kunci dalam skandal korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga.
Saat ditemui usai persidangan, Kerry Andrianto dengan tegas membantah keterlibatan ayahnya. Ia menyamakan posisi sang ayah dengan dirinya yang merasa tidak mengerti proses hukum yang menjerat mereka.
“Beliau sebenarnya tidak tahu apa-apa soal penerbitan red notice itu. Saya sendiri juga tidak begitu mengerti prosesnya, pada prinsipnya sama seperti saya,” ujar Kerry di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Tak hanya membela ayahnya, Kerry juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan perkara tersebut, dengan bersandar pada keterangan puluhan saksi yang telah diperiksa di pengadilan.
“Saya tidak ada kaitannya dengan perkara ini. Sudah ada 45 saksi yang diperiksa dan semuanya menyatakan saya tidak terlibat. Seperti yang sudah saya jelaskan, saya justru merasa heran,” katanya.
Namun, klaim dari pihak keluarga ini berbanding terbalik dengan langkah tegas yang tengah dijalankan aparat penegak hukum. Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan perburuan terhadap Riza Chalid terus berjalan intensif.
Interpol sebelumnya telah secara resmi menerbitkan red notice, sebuah permintaan penangkapan global, atas nama Muhammad Riza Chalid atau yang kerap disapa MRC.
Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
Sekretaris NCB Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, bahkan mengonfirmasi bahwa lokasi persembunyian Riza Chalid telah berhasil diidentifikasi dan dipetakan oleh tim gabungan.
“Subjek Interpol red notice ini memang berada di salah satu negara yang sudah kami identifikasikan, dan sudah kami petakan, dan kami pun sudah menjalin kontak,” kata Untung di Mabes Polri, Minggu (1/2/2026).
Pihak kepolisian tidak hanya berhenti pada identifikasi lokasi. Untung Widyatmoko menegaskan bahwa tim khusus bahkan telah dikerahkan dan bergerak langsung ke negara tempat Riza Chalid bersembunyi untuk melakukan upaya penangkapan.
Meski menolak menyebutkan nama negara tersebut demi kelancaran operasi, ia memastikan langkah di lapangan sedang berjalan.
“Untuk subjek Interpol red notice atas nama MRC, kami tidak dapat menyebutkan spesifik berada di mana, tapi kami sudah tahu dan kami sudah berangkat ke negara tersebut,” jelasnya.
Pihak Polri juga mengaku tidak khawatir Riza akan kembali melarikan diri, sebab red notice yang telah diterbitkan berlaku di 196 negara anggota Interpol, yang secara efektif mempersempit ruang geraknya.
Tag
Berita Terkait
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
KPK Periksa Seorang Pegawai BUMN dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Mengejutkan! Istri Noel Bocorkan Gus Yaqut Hilang dari Rutan KPK Sejak Malam Takbiran?
-
Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga
-
Iran Tembak Rudal Balistik ke Diego Garcia, Pangkalan Pesawat Pengebom Amerika di Samudra Hindia
-
Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan
-
Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden
-
Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor
-
Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?
-
Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana