Suara.com - Junta militer Myanmar membantah pihaknya terlibat dalam upaya persekongkolan di New York untuk membunuh duta besar PBB Kyaw Moe Tun.
Kementerian luar negeri junta mengatakan upaya pembunuhan terhadap duta besar yang terkenal anti-junta itu merupakan urusan domestik di Amerika Serikat dan tak terkait negaranya.
"Peristiwa itu adalah kasus domestik di Amerika Serikat. Penghakiman harus dilakukan di Amerika Serikat menurut hukum AS. Itu tidak ada hubungannya dengan Myanmar," kata pernyataan itu, yang dibacakan di televisi pemerintah MRTV pada Senin.
Kepolisian New York (NYPD) berhasil menangkap dan mendakwa dua orang yang diduga berencana membunuh Kyaw Moe Tun.
Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York menuturkan kedua tersangka itu dituduh bersekongkol dengan seorang pedagang senjata di Thailand yang menjual senjata kepada junta militer Myanmar.
Pada Sabtu, Perwakilan tetap AS untuk PBB Thomas-Greenfield mengatakan plot itu cocok dengan "pola yang mengganggu" dari para pemimpin otoriter dan pendukung mereka yang berusaha menganiaya kritikusnya di seluruh dunia.
Dia mengatakan Amerika Serikat berdiri dalam solidaritas dengan Kyaw Moe Tun dan memuji dia untuk keberaniannya yang luar biasa.
"Myanmar menolak keras pernyataan Perwakilan tetap AS untuk PBB Linda Thomas Greenfield," kata kementerian luar negeri junta.
Kementerian menambahkan Kyaw Moe Tun telah diberhentikan dari jabatannya sebagai duta besar Myanmar untuk PBB dan kini menghadapi surat perintah penangkapan karena menyuarakan dukungan untuk Pemerintah Persatuan Nasional.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Konflik Lokal Bikin Myanmar Berpotensi Jadi Superspreader Corona
Pemerintah Persatuan Nasional adalah pemerintahan sipil yang dipimpin Liga Nasional Demokrasi (NLD) yang digulingkan.
Terlepas dari protes junta, Kyaw Moe Tun terus bekerja di PBB, mewakili pemerintah sipil terpilih yang digulingkan oleh militer pada Februari. (Sumber: Kantor Berita Anadolu)
Berita Terkait
-
PBB: Terlambat Sudah, Dunia Sedang Menuju Kehancuran Akibat Perubahan Iklim
-
Hari Masyarakat Adat Sedunia 2021: Pengertian, Sejarah, dan Agenda Tahun Ini
-
Polisi Reka Ulang Detik-detik Pembunuhan Pengusaha Emas di Jayapura
-
Tak Ingin Tanggung Jawab, Pria di Sumatera Utara Bunuh Kekasih Gelapnya
-
Perselingkuhan Berujung Prahara, Pria Labura Bunuh Selingkuhan karena Hamil
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Bisakah Label dan Pajak Karbon pada Pangan Tekan Emisi Tanpa Bebani Konsumen? Peneliti Ungkap Ini
-
4 Ide OOTD Romantic Soft Girl ala A-na Hearts2Hearts yang Super Gemas!
-
Purbaya Tegaskan Kebijakan Layer Tarif Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini, Tinggal Tunggu DPR
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang
-
Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?
-
Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru, Dilantik Sore Ini
-
9 Jam Tangan Pintar Anti Air untuk Aktivitas Outdoor yang Murah, Mulai Rp200 Ribuan
-
Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
-
25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos