Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan rakyat Australia melakukan aksi unjuk rasa sebagai perlawanan terhadap rencana new world order.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook Balqis Ayuningsih di grup Muslim Cyber Comunity (MCC).
Berikut narasi yang diunggah oleh akun tersebut:
"Perlawanan rakyat Australia akan rencana NWO (New World Order), menghantam police force dengan batu….
Andai sj ini bsa trjadi di negara ruwetnesia …".
Akun tersebut juga mengunggah dua video yang diklaim terjadi di Australia. Dalam video pertama tampak bentrokan warga dengan polisi, dimana para warga melempari polisi dengan batu.
Sementara itu, dalam video kedua terlihat aksi demonstrasi mahasiswa di Indonesia yang mengucapkan sumpah mahasiswa.
Lantas, benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Kamis (12/8/2021), klaim yang menyebut rakyat Australia melakukan perlawanan rencana new world order adalah klaim yang keliru.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Burger Ayam KFC Bumbu-bumbunya Mengandung Babi?
Setelah ditelusuri menggunakan mesin pencari gambar Yandex, terungkap fakta ternyata video demonstrasi berujung ricuh terjadi di Argentina pada 2017 silam, bukan di Australia.
Dikutip dari kanal YouTube C5N, kanal berita Argentina, dilaporkan aksi unjuk rasa berujung ricuh antara polisi dan warga di Buenos Aires, Argentina.
Video berdurasi 26 menit 11 detik tersebut dipublikasikan pada 19 Desember 2017 dengan judul "dentro la sesión de Reforma Jubilatoria, afuera incidentes” (terjemahan: terjadi insiden di luar saat sesi reformasi pensiunan).
Beberapa titik bangunan dan bendera demonstran yang ada di video C5N, juga dapat ditemukan di video Balqis.
Dikutip dari Reuters.com, aksi unjuk rasa tersebut dipicu kebijakan baru Presiden Mauricio Macri yang hendak mereformasi dana pensiunan. Hal itu bertujuan untuk memotong defisit anggaran fiskal dan menarik investasi.
Kebijakan tersebut ditentang banyak pihak, terutama partai oposisi dan serikat buruh.
Akhirnya ribuan orang turun ke jalan memenuhi Buenos Aires dan seluruh penjuru negeri memprotes kebijakan Macri.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut rakyat Australia melakukan perlawanan terhadap rencana new world order adalah klaim yang keliru.
Klaim tersebut merupakan klaim hoaks yang masuk dalam kategori konten yang salah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!