Suara.com - Seorang pria di Kanada ditangkap polisi karena menerbangkan helikopter untuk membeli es krim. Petugas mengatakan, pergi ke toko makanan manis tak masuk dalam kategori darurat.
Menyadur Guardian Jumat (13/08), helikopter itu terbang rendah di kota Tisdale, Saskatchewan sebelum mendarat dan membuat penduduk takjub pada 31 Juli.
Lalu, alat transportasi tak biasa berwarna merah terang itu turun di tempat parkir dekat satu-satunya Dairy Queen di kota itu, meniupkan awan debu dan puing-puing saat mendarat.
Awalnya, beberapa warga mengira itu adalah helikopter ambulans karena memiliki warna yang sama dan berada di lokasi untuk keadaan darurat medis.
Tetapi ketika wali kota melihat penumpang meninggalkan restoran dengan kue es krim, dia menyadari bahwa helikopetr itu memiliki misi yang berbeda.
"Yah, saya pikir seseorang pasti lapar," kata Walikota Al Jellicoe kepada CBC News. “Awalnya, saya pikir itu mungkin bukan hal yang benar untuk dilakukan.”
Pada hari Rabu, mereka mengatakan para penyelidik telah menentukan perjalanan ke Dairy Queen itu "bukan keadaan darurat" dan telah mendakwa pilot berusia 34 tahun, yang tidak disebutkan namanya.
Pria itu, dari kota Leroy, memiliki lisensi untuk mengoperasikan helikopter, tetapi memarkirnya di tempat yang ilegal.
Dia menghadapi satu tuduhan operasi berbahaya dari sebuah pesawat dan dijadwalkan muncul di pengadilan pada 7 September di kota Melfort.
Baca Juga: Sisca Kohl Bikin Es Krim Cabai, Terkejut karena Rasanya Pedas Menggigit
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes