Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Krisdayanti mengapresiasi generasi muda yang tetap berkarya di tengah keterbatasan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama 1,5 tahun.
Menurut Krsidayanti, ketangguhan generasi muda untuk tetap berkarya merupakan bukti dan wujud semangat nasionalisme untuk bangsa ini.
"Saya menyampaikan apresiasi atas karya anak bangsa yang sangat kreatif meskipun dalam keterbatasan situasi pandemi... ini memacu kekuatan dan spirit nasionalisme. Kita harus dukung prestasi anak muda Indonesia," kata Krisdayanti dalam jumpa pers daring, hari ini.
Krisdayanti berharap generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk berkarya secara optimal sehingga ke depannya bisa mendorong Indonesia untuk bangkit dari pandemi.
"Dan ini juga memadukan teknologi yang dipersatukan untuk berkomunikasi dan berkarya di masa pandemi," kata Krisdayanti.
"Diharapkan ini bisa menjadi sebuah energi karya anak bangsa, bisa menjadi semangat generasi muda yang nantinya bisa estafet motivasinya dari sebuah karya, menjadi satu episentrum anak muda untuk bisa bangkit dan bangga akan Indonesia," kata Krisdayanti.
Di sisi lain, Krisdayanti mengatakan makna kemerdekaan baginya adalah tetap merdeka untuk berkarya, terutama bagi para musisi serta anak muda di bidang lainnya.
"Kita semuanya harus tahu dan paham kalau setengah dari populasi Indonesia diisi anak muda dengan usia produktif. (Salurkan) Semangat kemerdekaan melalui karya, representasi Indonesia yang sebenarnya," kata Krisdayanti.
"Saya sendiri tidak pernah jauh dari musik. Musik bagi saya adalah booster dalam semangat hidup selain berolahraga. Saya berkolaborasi, menunjukkan keterlibatan saya bukan hanya sebagai profesional dan ibu, tapi juga keterlibatan di industri musik dan seni. Saya InshaAllah akan terus bernyanyi dan berada di industri," kata Krisdayanti. [Antara]
Baca Juga: 5 Fakta Lagu This Is Indonesia, Dirilis Atta dan Keluarga Gandeng DJ BEAUZ
Berita Terkait
-
Problematika Finansial Generasi Muda dalam Kami Bukan Jongos Berdasi
-
Dilema Generasi Muda Masa Kini: Antara Gaya Hidup dan Kecemasan Finansial
-
LPDB Koperasi Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Melalui Koperasi Modern
-
Berbagi Takjil Sambil Mengajak Generasi Muda Melek Lingkungan Lewat Kreasi Sampah
-
Warisan Paling 'Zonk': Saat Orang Dewasa yang Perang, tapi Kita yang Kena Getahnya!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka