Suara.com - Saat ini sertifikat vaksin Covid-19 menjadi salah satu syarat bepergian di masa pandemi Covid-19. Namun, sejumlah masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi mengeluh karena sertifikat vaksinasi tidak bisa diunduh karena data yang salah.
Hal itu dialami oleh salah satu warga Wisma Jaya Bekasi Timur bernama Nur Cholish (54). Pria itu mengaku heran karena data tahun kelahirannya di sertifikat vaksin salah tulis. Padahal, dia mengaku sudah menyertakan dokumen seperti KTP dan kartu keluarga saat mendaftar vaksinasi.
Terkait hal itu, Nur mengaku hingga kini masih bertanya-nya asal sumber permasalahano sehingga tahun lahirnya mengalami kesalahan penulisan di kartu vaksinasi.
Awalnya, dia menghubungi pihak kelurahan yang mengadakan vaksin, lalu diberitahu agar menghubungi 119, email ke vaksin@pedulilindungi.id ataupun mengadukannya ke media sosial seperti Instagram @pedulilindungi.id atau Twitter.
“Saya kurang tahu asal mula kesalahannya dari mana, waktu ke kelurahan untuk daftar vaksin dengan menyerahkan KTP dan KK, lalu, pada tahap screening juga diminta KTP dan KK, dan pada hari vaksinasinya pun diwajibkan bawa KTP dan KK, berkali-kali bawa tapi masih salah juga,” kata Nur Cholish saat diwawancara Suara.com, Rabu (18/08/2021).
Penulisan tahun yang tidak sesuai dengan data di KTP Nur Cholish sangat jauh, dia lahir di tahun 1967 sementara pada data vaksin ditulis 1957.
Meskipun saat ini sudah bisa mengunduh sertifikat vaksin, Nur Cholish merasa bahwa masalah ini belum tuntas. Data pada sertifikat vaksin dan data yang tertera di KTP adalah tahun yang berbeda.
Menurutnya, jika data masih berbeda takut akan ada penolakan jika memiliki keperluan yang mengharuskan menggunakan sertifikat vaksin dan KTP secara bersaamaan.
“Saya udah mencoba menghubungi pihak terkait, awalnya tidak ada balasan dan telfon ke nomor 119 pun sibuk. Pukul dua malam saya telfon, mengira akan sepi, lalu akhirnya diangkat dan disuruh menunggu perbaikan sertifikat selama 3x24 jam,” tambah Nur Cholish.
Baca Juga: Kenapa Wonogiri Tak Buka Pendaftaran Vaksinasi Gratis Via Online, Jekek: Bisa Bikin Gaduh
Bukan hanya Nur Cholish saja yang merasakan sulitnya mengunduh sertifikat vaksin karena kesalahan tanggal lahir dan kesalahan lainnya. Pada kolom komentar Instagram @kemenkes_ri banyak masyarakat yang mengeluh karena kesalahan data ataupun menunggu balasan.
“Saya hanya berharap agar pemerintah meminimalisasi kesalahan data vaksinasi dan lebih teliti lagi, nggak semua punya akses untuk lapor ke pihak terkait, yang punya akses aja masih susah,” kata Nur Cholish. (Aulia Ivanka Rahmana)
Berita Terkait
-
Kenapa Wonogiri Tak Buka Pendaftaran Vaksinasi Gratis Via Online, Jekek: Bisa Bikin Gaduh
-
Mobilitas Tinggi dan Rentan Tertular Covid-19, Mahasiswa di Bantul Jalani Vaksinasi
-
Catat! Update Info Lengkap Jadwal dan Lokasi Vaksin Corona di Jatim
-
Vaksinasi Dosis Ketiga Nakes di Bandar Lampung Sudah Dimulai
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh