Suara.com - Pentagon pada Selasa berjanji untuk mengevakuasi pasukan Afghanistan yang membantu upaya penarikan warga Amerika Serikat (AS) dan warga Afghanistan yang rentan di bandara internasional Kabul.
Melansir laman Anadolu, Rabu (25/8/2021), Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan AS akan mengangkut 500-600 tentara Afghanistan di Bandara Internasional Hamid Karzai yang ingin pergi meninggalkan negara yang dilanda perang sejak lama itu.
"Siapa pun dari mereka yang ingin pergi, dan kami harus berasumsi bahwa mereka semua akan dievakuasi," tutur Kirby kepada wartawan.
AS menetapkan tenggat waktu 31 Agustus untuk menyelesaikan evakuasi dari Afghanistan, dan Taliban telah memperingatkan tidak memberikan perpanjangan di luar tanggal tersebut.
Negara itu diperkirakan akan menyelesaikan penarikannya pada 31 Agustus, meski Presiden Joe Biden membiarkan pintu terbuka di luar tanggal tersebut jika evakuasi belum selesai.
Masalah ini dibahas di antara sekutu selama pertemuan para pemimpin G7 secara virtual di mana Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendorong untuk mempertahankan pasukan di negara itu setelah Agustus.
Dalam 24 jam terakhir, 12.700 orang telah diangkut keluar dari Afghanistan dengan 37 pesawat militer, menurut Pentagon.
Kirby lebih lanjut mengakui kondisi beraturan di Pangkalan Udara al-Udied di Qatar, yang digunakan sebagai pusat penampungan utama bagi pengungsi Afghanistan, dan Pentagon akan bertindak untuk memperbaiki situasi. (Sumber: kantor berita Anadolu)
Baca Juga: Dilanda Eksodus Besar-besaran, Afghanistan Terancam Krisis Kemanusiaan
Berita Terkait
-
Dilanda Eksodus Besar-besaran, Afghanistan Terancam Krisis Kemanusiaan
-
Rekam Jejak Taliban, 60% Pendapatan Tahunan Didapat dari Opium Bahan Dasar Narkoba
-
Kisah Jurnalis AS yang Nyaris Putus Asa Menyelamatkan Penerjemah Afghanistan
-
Warga Afghanistan di Makassar : Taliban dan Ashraf Gani Sama-Sama Kejam
-
Disindir Soal Isu Laut China Selatan, Beijing Ingatkan AS Soal Afghanistan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat