Suara.com - Perekonomian terbesar di Eropa berpopulasikan manula dan tingkat angka kelahiran rendah. Departemen Ketenagakerjaan Jerman membutuhkan setidaknya 400 ribu imigran terampil tiap tahun agar permintaan terpenuhi.
Jerman akan dihadapkan dengan kelangkaan pekerja dalam jumlah besar, jika tidak mulai merekrut imigran terampil untuk menggantikan tenaga kerja yang akan pensiun, jelas Ketua Departemen Ketenagakerjaan Jerman Detlef Scheele saat diwawancara harian Süddeutsche Zeitung, Selasa (24/8/2021).
Menurutnya, kondisi demografi mengakibatkan Jerman akan mengalami kekurangan sampai 150 ribu penduduk usia kerja tahun ini.
"Ini akan jadi lebih dramatis di tahun-tahun berikutnya,” tegas Scheele. "Faktanya, Jerman sedang kekurangan tenaga kerja,” sebut Scheele.
"Kita butuh 400 ribu imigran tiap tahun, secara signifikan lebih banyak dalam beberapa tahun terakhir,” kata Scheele.
"Mulai dari pengasuh, petugas iklim, petugas logistik hingga akademisi, akan ada kekurangan tenaga terampil di mana saja.”
Menyadari permasalahan imigran menjelang pemilu federal Jerman pada akhir September mendatang, "ini bukan soal suaka, tapi target keimigrasian dalam pemenuhan kesenjangan tenaga kerja,” jelas Scheele, yang merupakan anggota Partai Sosial Demokrat SPD.
Bagaimana mengatasi kekurangan tenaga kerja?
Tahun lalu, jumlah warga negara asing yang menetap di Jerman naik sebanyak 204 ribu, peningkatan terkecil dalam satu dekade untuk negara yang berpenduduk 83 juta jiwa tersebut.
Baca Juga: Taklukkan FC Koln, Bayern Munich Petik Kemenangan Pertamanya di Bundesliga
Masalah tersebut diperparah karena adanya pandemi COVID-19 yang membuat angka kedatangan imigran pekerja menurun secara drastis.
Scheele menjelaskan bahwa selain pelatihan untuk pekerja berketerampilan rendah, melatih ulang pekerja yang kehilangan profesinya, atau memperpanjang masa kerja, satu-satunya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah meningkatkan jumlah imigran secara signifikan.
Menurut data Badan Statistik Federal Jerman, pendaftar untuk penyetaraan kualifikasi profesional asing turun sebanyak 3 persen dari tahun lalu menjadi 42 ribu orang.
Meskipun pemerintah Jerman telah memperbarui proses tersebut pada Maret 2020, Johannes Vogel, juru bicara aturan buruh untuk fraksi liberaldemokrat FPD, mengkritik koalisi pemerintahan kanan-tengah saat ini antara Uni Kristen Demokrat/Uni Kristen Sosial dan Partai Sosial Demokrat.
Dia mengatakan "Penyederhanaan Undang-undang Keterampilan Imigran” tidak sama sedikit pun dengan yang dijanjikan.
"Akhirnya kita harus menjadi lebih baik pada kompetisi global untuk menarik para imigran yang terampil, untuk itu kita butuh pembaharuan, sistem imigrasi berpoin seperti yang telah lama diterapkan Kanada dan Selandia Baru.
Berita Terkait
-
Taklukkan FC Koln, Bayern Munich Petik Kemenangan Pertamanya di Bundesliga
-
Klasemen Liga Jerman: Wolfsburg Duduki Puncak, Dortmund Posisi Enam
-
Putin Beri Bunga, Kanselir Jerman Balas Minta Alexei Navalny Dibebaskan
-
6 Kehebatan Gerd Muller yang Dikenang Sepanjang Masa
-
5 Kastil Terindah di Jerman, Seperti di Dunia Dongeng
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Promo Tiket Kereta Api Masih Tersedia, 16.913 Kursi Telah Terjual Hari Ini
-
Peringatan Detik-Detik Proklamasi Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi Upacara HUT RI ke-81
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing
-
BRI Tebar Giveaway 500 Tiket Gratis Modinity Warehouse Sale 2026, ini Cara Klaimnya
-
Lindungi Petani demi Kepastian Harga, Wakil Ketua DPRD Jateng: Jangan Biarkan Merugi!
-
Teks Proklamasi untuk Dibacakan di Upacara Peringatan Kemerdekaan HUT RI ke-81
-
BNPB Targetkan Listrik, Air, BBM, dan Komunikasi di Wilayah Gempa NTT Pulih dalam 7 Hari
-
LBH Pekanbaru Ungkap Dugaan 'Sekolah Merah Putih' Jadi Kedok Kriminalisasi di Rempang
-
Teks Renungan Malam Tirakatan 17 Agustus yang Tenang dan Mendalam untuk Doa Kemerdekaan
-
4 Rangkaian Y.O.U Golden Age untuk Samarkan Flek Hitam Pemilik Kulit Sensitif