Suara.com - Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang belum dapat dipastikan kapan berakhirnya. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa kemungkinan pandemi Covid-19 ini akan berubah menjadi endemi pada tahun 2022 mendatang. Terlepas dari itu, anda perlu tahu contoh pandemi jadi endemi yang telah terjadi.
Sebelumnya, Anda juga perlu paham apa yang dimaksud dengan pandemi jadi endemi. Perbedaan pandemi dan endemi diketahui berdasarkan seberapa luas tingkat penyebaran penyakitnya.
Pandemi sendiri terjadi ketika peningkatan infeksi mendadak dari suatu penyakit, yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, serta menjangkiti banyak orang. Sementara itu, endemi adalah kehadiran konstan atau prevalensi suatu penyakit atau infeksi yang biasa terjadi dalam suatu wilayah geografis.
Beberapa pandemi pada akhirnya bisa tertangani. Tetapi tetap saja bertahan di sebagian wilayah. Inilah mengapa akhirnya pandemi bisa berubah menjadi penyakit endemik. Berikut ini adalah adalah beberapa contoh pandemi jadi endemi yang terjadi di masa lampau.
1. Black Death (1346-1353)
Black Death atau wabah pes adalah pandemi yang mengakibatkan kematian sekitar 50 juta orang di seluruh dunia pada abad ke-14. Menurut para ilmuwan, wabah ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Yersinia pestis, dan juga telah menjadi pandemi selama sekitar 4 tahun.
Mengutip laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah yang menyebabkan Black Death ini mudah diobati dengan antibiotik dan tindakan pencegahan standar untuk mencegah infeksi. Setelah bisa tertangani, Black Death lalu menjadi epidemi di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Sejak tahun 1990-an, sebagian besar kasus pada manusia terjadi di Afrika. Tiga negara yang mengalami endemi paling parah yaitu Republik Demokratik Kongo, Madagaskar, dan Peru.
2. Flu Spanyol (1918-1920)
Baca Juga: Krisis Covid-19 di Thailand: Akan Lebih Banyak Orang Meninggal di Rumah
Mengutip laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), pandemi flu Spanyol dimulai pada tahun 1918. Dalam kurun waktu dua tahun, penyakit ini telah mengakibatkan lebih dari 50 juta kematian.
Penyebabnya yaitu virus H1N1 dengan gen yang berasal dari unggas. Virus ini pertama kali terdeteksi di AS pada seorang personel militer musim semi tahun 1918.
Pada pertengahan tahun 2009, H1N1 sempat kembali merebak dan WHO kembali menetapkan penyebaran virus ini sebagai pandemi. Setelah mereda, pada tanggal 10 Agustus 2010, WHO mengumumkan berakhirnya pandemi influenza H1N1.
3. Flu Asia (1957-1958)
Pada Februari 1957 silam, virus influenza A (H2N2) terdeteksi di Asia Timur dan segera memicu pandemi yang kemudian disebut Flu Asia. Virus H2N2 ini berasal dari virus flu burung A, di mana kasus pertamanya dilaporkan di Singapura pada Februari 1957, Hong Kong pada April 1957, dan di kota-kota pesisir di Amerika Serikat pada musim panas 1957.
Pandemi Flu Asia mengakibatkan sekitar 1,1 juta orang di seluruh dunia meninggal dunia, dan pada 1961, terjadi peningkatan infeksi di Afrika Selatan yang kemungkinan disebabkan oleh burung liar sebagai reservoir virus influenza A.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian