Suara.com - Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sabilli, Zainal Muttaqin, menceritakan pengalamannya ketika meliput ke Afghanistan. Saat itu, ia hampir meninggal karena pengaruh cuaca dingin yang cukup ekstrim.
"Alam di Afghanistan itu alam yang sangat luar biasa sulit. Kalau panas, panas banget kalau dingin, dingin banget," kata Zainal dalam webinar bertemakan taliban dan mujahideen Afghanistan di Mata Jurnalis : Fakta dan Citra, Sabtu (28/8/2021).
Zainal menceritakan ketika ia melakukan peliputan dengan mendatangi sebuah camp di Afghanistan. Saat itu akhir November memasuki musim dingin.
Ketika berada di sana, ia sempat tak mempedulikan musim dingin di Afghanistan. Ketika itu ia menganggap sudah biasa merasakan cuaca dingin ketika training sebelum berangkat ke Afghanistan, sehingga tidak menggunakan baju penghangat apapun.
"Saya hampir mati. Kenapa, karena agak sedikit belagu saya sering ke puncak ikut traning, nggak (pernah) pake jaket, nggak pakai rompi, cuma pakai oblong biasa saja," ucap Zainal.
Padahal saat itu Zainal mengaku sudah dinasehati terkait cuaca di Afghanistan. Saat cuaca sedang dingin diminta memakai pakaian yang hangat. Namun, ia tetap tak peduli.
Hingga akhirnya pada malam hari Zainal pun tak merasakan sama sekali kondisi tubuhnya dengan cuaca dingin yang cukup ekstrim.
"Pas malam tiba. Saya pukul pipi saya hidung saya, kok nggak berasa. Terus saya teriak. Lalu diambil oleh teman- teman itu, dibawa ke markas dibikin api unggun, dikasih macem-macem lah (biar tetap hangat)," ungkap Zainal.
Ketika sudah dalam kondisi baik, Zainal sempat ditegur oleh komandan camp di Afghanistan tersebut. Bahwa bila Zainal tak mendapat pertolongan selama dua jam akan meninggal.
Baca Juga: Staf Kedutaan Teledor, Dokumen Penting di Afghanistan Bisa Diakses dengan Mudah
"Lalu si komandannya bilang, ente kalau telat mati dua jam lagi. Jadi orang mati bukan karena perang sebenarnya yang banyak. Karena ranjau dan karena tadi, hipotermia. Ini alam yang sangat luar biasa, saya alami itu kerasnya alam di sana (Afghanistan)," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU