Suara.com - Aksi siswa yang melakukan cara kocak demi menunda ulangan baru-baru ini viral. Pasalnya, siswa itu sukses menyelamatkan teman satu kelas dari ulangan dan membuat guru keluar karena malu.
Momen ini dibagikan oleh akun TikTok @choangela. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 20 juta kali dan mendapatkan 2,8 tanda suka.
Peristiwa kegiatan belajar mengajar ini sendiri terjadi sebelum pandemi virus corona. Hal ini juga diungkapkan oleh pemilik akun TikTok, dimana ia mengakui rindu masa sekolah tatap muka.
"Missing my senior time," tulisnya sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Senin (30/8/2021).
Dalam video, siswa itu ternyata menantang gurunya untuk melakukan suit Jepang. Jika gurunya menang, maka ulangan tetap dilakukan. Namun jika siswa itu menang, maka ulangan harus dibatalkan.
"Suit biar gak jadi ulangan," tulisnya sebagai keterangan video TikTok.
Tak disangka, tantangan itu diterima oleh sang guru. Keduanya pun melakukan suit Jepang di hadapan murid-murid sekelas.
Menariknya, ekspresi sang siswa sendiri takut-takut. Ia maju ke arah gurunya dengan ragu-ragu, sampai akhirnya melakukan suit.
Baru sekali melakukan suit, hasilnya sudah terlihat. Sang siswa berhasil memenangkan permainan suit melawan gurunya itu.
Baca Juga: Nyaris 1,5 Tahun Tak Sambangi Sekolah, Ini Kisah Lucu Siswa Bingung Cari Ruang Kelas
Sontak, kemenangan itu langsung disambut sorakan histeris dari teman-teman sekelas. Mereka meloncat sampai memberikan tepuk tangan atas kemenangan itu.
Sang guru sendiri rupanya benar-benar menepati janjinya. Ia langsung berjalan keluar kelas, dengan ekspresi tertawa malu karena kalah dari anak didiknya.
Sementara murid-murid lainnya menunjukkan kelegaan tidak jadi ulangan. Beberapa murid juga hanya melihat kepergian sang guru.
Sontak, momen itu mendapatkan perhatian dari warganet. Mereka menilai aksi guru dan murid itu begitu kocak, sampai menuliskan beragam komentar menggelikan.
"Temen sekelas be like: Nasib kami tergantung hoki lu bro," celutuk warganet.
"Kalau kalah dikeroyok satu kelas," sahut warganet.
Berita Terkait
-
Nyaris 1,5 Tahun Tak Sambangi Sekolah, Ini Kisah Lucu Siswa Bingung Cari Ruang Kelas
-
Bikin Haru! Berusia 110 Tahun, Kakek Ini Masih Harus Bekerja Menarik Becak
-
Viral Gadis Curhat Perlakuan Calon Ibu Tiri, Dicaci Maki Cuma gara-gara Hal Ini
-
Viral Aksi Tak Terduga Guru Pergoki Siswa Bawa Make Up, Publik: Terpujilah!
-
Viral! Ngamuk Lihat Sampah Berserakan di Kamar, Petugas Hotel Ini Malah Tuai Kecaman
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional