Suara.com - Sejumlah orang tua siswa di SMA Negeri 46 Jakarta, mengaku belum tahu informasi pemanfaatan aplikasi corona likelihood metric (CLM) sebagai media asesmen untuk menentukan boleh atau tidaknya siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Ibu Kota.
Salah satu orang tua siswa, Indah (49) saat ditemui di SMA N 46 Jakarta, Selasa, mengatakan sejauh ini pihak sekolah hanya menggunakan formulir google sebagai media asesmen kesehatan siswa.
Ia mengaku bahwa aplikasi CLM atau Jak CLM itu belum digunakan sebagai alat untuk menyeleksi kesehatan siswa.
Meski demikian, kata dia, asesmen daring dari sekolah sudah cukup memadai mengawasi kondisi kesehatan peserta didik yang akan mengikuti PTM.
Ia juga menyambut positif keberadaan aplikasi tersebut dan akan mengikuti kebijakan sekolah bila ke depan menggunakannya, karena hal itu bertujuan untuk pengawasan kesehatan siswa.
"Saya menyambut positif ya, karena itu bentuk pencegahan yang tentu akan lebih lebih bagus. Sehingga orang tua tidak ada rasa kekhawatiran yang berlebih," kata Indah.
Ia menuturkan asesmen dan sosialisasi dari pihak sekolah sudah memadai dalam mengambil langkah persetujuan PTM.
"Karena sekolah juga sudah menyediakan ketentuan-ketentuannya. Jadi, untuk tahap ini sudah cukup pengawasannya," kata dia.
Tidak jauh berbeda dengan Indah, salah satu orang tua siswa lainnya, Susilowati (49), mengaku sudah mengetahui keberadaan aplikasi CLM tersebut.
Baca Juga: Mayoritas Anak Belum Divaksin Covid-19, Peneliti TII Minta PTM Digelar Secara Hati-hati
Namun, kata dia, saat meminta persetujuan orang tua, sekolah hanya menggunakan asesmen daring melalui formulir google.
Ia pun menegaskan bahwa aplikasi tersebut mestinya digunakan karena memiliki manfaat yang baik bagi pengecekan kesehatan siswa yang sedang mengikuti PTM.
"Jadi bukan pakai CLM yang disediakan oleh Pemprov DKI. Semuanya masih pakai formulir google. Namun, menurut saya itu manfaatnya baik untuk anak-anak kita. Apalagi ini untuk mengecek kondisi kesehatan," katanya.
CLM merupakan aplikasi pengujian mandiri berteknologi pembelajaran mesin yang dibuat oleh Pemprov DKI.
Jak CLM ini ditujukan untuk membantu setiap orang untuk mengukur risiko kemungkinan positif COVID-19 dan merekomendasikan apa yang harus dilakukan.
Sebelumnya aplikasi ini pernah digunakan sejumlah sekolah mengecek kondisi kesehatan siswa.
Tag
Berita Terkait
-
Mayoritas Anak Belum Divaksin Covid-19, Peneliti TII Minta PTM Digelar Secara Hati-hati
-
Ungkap Kendala Vaksinasi Pelajar di Tangerang, Kadindik: Stok Vaksinnya Enggak Ada
-
495 Sekolah di Cilegon Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Helldy Wanti-wanti Prokes
-
Sekolah Tatap Muka Digelar, Sumsel Ajukan Tambahan Vaksin COVID-19 bagi Pelajar
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan