Suara.com - Pengantin wanita yang dihina karena hasil make up dirinya saat resepsi pernikahan, menjadi viral. Ia lantas menyindir haters dengan menunjukkan hasil riasan sederhana memakai bedak bayi.
Video ini dibagikan oleh akun TikTok @khadijahazzahra_makeup. Hingga berita ini dipublikasikan, videonya sudah disaksikan lebih dari 13 juta kali dan mendapatkan 1,2 juta tanda suka.
"Nyoh make up natural!" tulisnya sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Rabu (1/9/2021).
Dalam video, pengantin wanita itu menunjukkan hasil make up saat menikah. Namun, riasan wajahnya itu justru diejek publik karena dianggap bedak terlalu tebal.
"Tebal bund bedaknya," nyinyir warganet.
"Tebal sekali ya bedak," tambah yang lain.
Banyak yang mengomentari ketebalan bedak itu. Padahal, pengantin wanita itu sudah terlihat cantik dan anggun dengan dua gaun pengantin.
Akibat ejekan itu, sang pengantin pun balas 'menampar' publik. Ia mengganti riasan dengan bedak bayi demi mendapatkan hasil make up natural dambaan warganet.
"Jangan pakai fondation, nanti dikira pakai dempulan," sindir pengantin saat dirias.
Baca Juga: Sambut Sekolah Tatap Muka, Guru Ini Semangat Bersihkan Kelas Kotor
Sebagai gantinya, MUA merias pengantin dengan bedak bayi. Pengantin meminta agar bedak tidak tebal-tebal demi mendapatkan hasil natural.
"Bedak nya jangan tebal-tebal. Pakai bedak bayi aja kan judulnya natural," tegas pengantin.
Selanjutnya, pengantin juga meminta lipstik diganti lipgloss. Ia menyindir pemakaian lipgloss bisa membuat make up terlihat natural bak sedang memakan gorengan.
"Jangan pakai lipstick tebel-tebel, pakai lipgloss aja biar natural kayak habis makan gorengan," tulisnya.
Hasil make up natural pengantin wanita itu akhirnya selesai. Akibat penggunaan bedak bayi saja, jerawat di wajahnya masih terlihat jelas.
Pengantin wanita ini lantas memberikan sindiran keras kepada pihak yang suka nyinyir. Ia memamerkan hasil riasan wajah yang benar-benar natural itu.
Berita Terkait
-
Sambut Sekolah Tatap Muka, Guru Ini Semangat Bersihkan Kelas Kotor
-
Viral SPBU Cipadung Bandung Diserang Massa, Ini Penyebabnya
-
Usia Bukan Halangan Kakek di Kubar Ini Untuk Lelah Bekerja, Warganet: Senyumnya Gak Kuat
-
Viral Wanita Creambath Rambut Suami Pakai Santan Kelapa, Ternyata Ini Manfaatnya
-
Viral Driver Ojol Angkut Sepeda Motor, Warganet Geram: Harusnya Pakai Otak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru