Suara.com - Korea Utara telah meminta agar hampir tiga juta vaksin Covid-19 yang ditawarkan kepadanya dialihkan ke tempat lain.
Seorang juru bicara PBB mengatakan, negara itu telah meminta agar vaksin dialokasikan ke negara-negara yang terkena dampak lebih parah, mengingat kekurangan vaksin global.
Vaksin Sinovac buatan China ditawarkan di bawah program Covax yang bertujuan untuk membantu negara-negara miskin mendapatkan vaksin.
Korea Utara adalah bagian dari skema tersebut tetapi belum menerima apa pun di bawahnya.
Negara yang tertutup itu memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat sejak awal pandemi.
Korea Utara adalah salah satu negara pertama yang menutup perbatasannya pada Januari tahun lalu.
Namun, para analis telah menyatakan keraguan tentang keberhasilan negara itu dalam menahan virus Covid-19.
Sebagaimana melansir dari BBC, Kamis (2/9/2021), pejabat kesehatan mengatakan bahwa China semakin khawatir tentang potensi penyebaran virus di dalam Korea Utara.
Ini bukan pertama kalinya negara itu menolak vaksin. Pada Juli lalu, Korea Utara menolak pengiriman sekitar dua juta dosis vaksin AstraZeneca, dengan alasan kekhawatiran atas potensi efek samping.
Baca Juga: Kasus Kontaminasi Vaksin Covid-19 Moderna di Jepang Meluas
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan kepada wartawan pada Juli lalu bahwa mereka telah menawarkan untuk memasok Korea Utara dengan vaksin Sputniknya, pada beberapa kesempatan.
Korea Utara telah menyatakan beberapa keraguan atas kemanjuran vaksinasi Covid-19, dengan media pemerintah sering melaporkan insiden di AS dan Eropa di mana penerima vaksin memiliki reaksi negatif terhadap suntikan tersebut.
Untuk sebagian besar pandemi, Korea Utara bersikeras tidak melihat kasus, tetapi tahun ini pemimpinnya Kim Jong-un memarahi pejabat senior atas "insiden serius" yang diyakini terkait dengan virus tersebut.
Berita Terkait
-
Pria Ini Lima Kali Disuntik Vaksin Covid-19 Berbeda dalam Seminggu
-
Stop Hoaks Vaksinasi, Dukung Percepatan Herd Immunity
-
Warga Cianjur Lumpuh Usai Divaksin Masih Dirawat di Puskesmas
-
Sebanyak 583.400 Dosis AstraZeneca Kembali Datang di Indonesia
-
Vaksin Covid-19 Tanggung Jawab Masyarakat atau Pemerintah?
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer