News / nasional
Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Maria Catarina Sumarsih, seorang ibu penggerak Aksi Diam Kamisan. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Maria Catarina Sumarsih, ibu dari Bernardinus Realino Norma Irawan (Wawan) mengaku belum menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung yang memenangkan Jaksa Agung ST Burhanuddin atas gugatan kasasi yang diajukan oleh keluarga korban tragedi Semanggi I dan II 1998.

Sumarsih mengatakan ia justru pertama kali mendapatkan kabar dari media massa, sementara ia sebagai penggugat tidak mendapatkan putusannya.

"Saya ini belum mendapat berita resmi, kami dapat berita dari media, sampai sekarang mau berbuat apa juga belum tahu apa yang harus saya lakukan, kok yang tahu wartawan dulu, saya yang bersangkutan tidak diberitahu," kata Sumarsih saat dihubungi Suara.com, Kamis (9/9/2021).

Sampai saat ini dia berharap ini berita bohong karena kasasi ini adalah satu dari sekian banyak cara yang ia perjuangkan untuk menegakkan perjuangan reformasi yang merenggut nyawa anaknya pada 1998.

Baca Juga: Jaksa Agung Menang Atas Korban Semanggi, Ibu Sumarsih: Jual Beli Perkara Masih Ada

"Saya belum tahu apa yang harus saya lakukan, saya belum tahu secara resmi, saya harap ini berita bohong," ucapnya.

Sumarsih menambahkan, ini merupakan bukti perjuangan anaknya untuk menegakkan supremasi hukum pada agenda Reformasi 1998 masih sulit diterapkan hingga saat ini.

"Saya menjadikan ini refleksi bagi diri saya betapa beratnya memperjuangkan agenda reformasi ketiga yang diperjuangkan wawan dan kawan-kawannya tentang tegakkan supremasi hukum," ungkap Sumarsih.

Jaksa Agung Menang

Diketahui, Mahkamah Agung memenangkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin atas gugatan kasasi yang diajukan oleh keluarga korban tragedi Semanggi I dan II.

Baca Juga: Menangkan Jaksa Agung ST Burhanuddin, MA Tolak Kasasi Keluarga Korban Tragedi Semanggi

Jaksa Agung Sanitar Burhanuddin. (Suara.com/Yosea Arga)

Kasasi tersebut diputuskan oleh majelis hakim kasasi Yodi Martono Wahyunadi, Is Sudaryono, dan Supandi pada tanggal 2 September 2021.

Kasasi itu diajukan oleh Sumarsih dan Ho Kim Ngo dengan termohon Jaksa Agung RI pada tanggal 1 Juli 2021 dengan nomor register 329 K/TUN/TF/2021.

Keluarga korban Tragedi Semanggi I dan II menggugat Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin karena pernyataan Burhanuddin pada bulan Januari 2020 yang mengatakan bahwa Tragedi Semanggi I dan II bukan termasuk pelanggaran HAM berat.

Komentar