Suara.com - Ribuan warga binaan pemasyarakatan (WBP) beserta jajaran petugas Rutan Kelas I Salemba menggelar doa dan tabur bunga bersama. Ini dilakukan sebagai ungkapan duka cita atas peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9) lalu.
Karutan Salemba Kelas I Jakarta Pusat, Yohanis Varianto, mengatakan pihaknya bersama ribuan warga binaan turut berduka cita atas musibah kebakaran yang menewaskan 41 warga binaan di Lapas Tangerang.
"Terkait bencana yang terjadi di Lapas Tangerang, seluruh jajaran berserta seluruh warga binaan melakukan doa dan zikir bersama. Doa zikir dilakukan di masjid, vihara, dan gereja. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya 41 warga binaan Lapas Tangerang atas kejadian kemarin," kata Yohanis di Rutan Salemba Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2021).
Yohanis menuturkan, kegiatan doa bersama dilakukan di tiga tempat ibadah, yakni Masjid At-Taubah bersama para santri, di Gereja Bethesda bersama para siswa sekolah Alkitab Tumbuh Bersama (SATB), dan di Vihara Sosial Ce San Kung Rutan Kelas 1 Salemba.
Pelaksanaan doa bersama dan aksi tabur bunga dilakukan sebagai bentuk rasa empati kepada para keluarga warga binaan.
Setelah melakukan doa bersama, Yohanis memimpin kegiatan tabur bunga di atas keranda jenazah, kemudian diikuti oleh para warga binaan.
Salah satu warga binaan bahkan tak kuasa menahan air mata saat melakukan tabur bunga.
Narapidana kasus narkotika, Bogi Ferdiansyah, mengaku terpukul atas musibah yang menimpa puluhan warga binaan di Lapas Tangerang.
"Kami keluarga besar warga binaan Rutan Salemba Jakpus berbela sungkawa atas berpulangnya keluarga saya di Lapas Tangerang," kata Napi yang sudah menjalani hukuman kurang lebih 6 tahun penjara itu. (Antara)
Baca Juga: Napi Lapas Tangerang Doa Bersama Untuk Korban Kebakaran
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain