Suara.com - Penggunaan kalimat interogatif sebenarnya sering dilakukan dalam berbagai konteks pembicaraan. Meski demikian, jenis kalimat ini lebih sering ditemui pada konteks pencarian informasi yang dilakukan petugas kepolisian, detektif, atau siapapun yang ingin mendapatkan informasi detail.
Namun jelas tak ada aturan baku yang menerapkan kalimat interogatif hanya bisa digunakan pada konteks demikian. Banyak juga yang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, atau bahkan dalam novel. Mari kita bahas sedikit mengenai kalimat ini.
Secara definitif, kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan dengan tujuan mendapatkan informasi, atau menanyakan sesuatu dalam konteks negosiasi. Jadi intinya kalimat ini akan digunakan saat ingin mendapatkan informasi tertentu, dan merupakan perpaduan kata dan nada bicara yang benar-benar bermaksud demikian.
Cirinya adalah memiliki tanda tanya di ujung kalimat, menggunakan kata tanya, membutuhkan jawaban yang jelas, dan disampaikan dengan inteonasi yang bertanya.
Berdasarkan jawabannya, terdapat beberapa jenis kalimat interogatif yang dikenal.
- Kalimat tanya informasi : membutuhkan informasi yang singkat, jelas, dan sederhana.
- Kalimat tanya ya atau tidak : jelas, kalimat tanya ini perlu jawaban sekedar ya atau tidak saja.
- Kalimat interogasi positif : sifatnya menanyakan sesuatu dengan nada yang positif.
- Kalimat interogasi negatif : mengandung kata tidak atau bukankah, sifatnya untuk mengkonfirmasi.
- Kalimat interogatif retorika : kalimat interogatif yang tidak memerlukan jawaban karena penanya mengetahui jawabannya.
- Kalimat interogatif terbuka : membutuhkan jawaban yang panjang lebar, terperinci, dan tidak terbatas pada satu hal tertentu.
Jika dilihat keenam jenis kalimat ini tentu pernah Anda baca, Anda gunakan, atau Anda dengar di suatu tempat bukan? Sebab memang pengaplikasiannya sering kali digunakan untuk perbincangan sehari-hari yang umum terjadi.
Sedikit penjelasan mengenai kalimat interogatif ini semoga bisa jadi pengetahuan yang berguna untuk Anda. Jangan lupa, kalimat ini tak hanya mengenai kata yang digunakan, namun juga intensi dan nada yang digunakan dalam percakapan.
Baca Juga: Apa itu Kalimat Kompleks? Simak Contohnya Berikut
Jadi agar tidak mudah terjebak atau memberiakan informasi rahasia, pahami benar karakteristiknya dan selalu berikan jawaban seperlunya saja.
Sekian penjelasan tentang kalimat interogatif, mulai dari pengertian hingga jenisnya. Semoga kalian memahaminya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!