Suara.com - Kepolisian Australia berhasil menyita 450 kg heroin senilai Rp 1,4 triliun. Ini adalah paket heroin terbesar yang pernah terdeteksi di negara tersebut.
Menyadur DW Senin (18/10/2021), pengiriman narkoba terbesar itu dikirim dari Malaysia ke Melbourne. Seorang warga Malaysia ditangkap saat operasi gabungan oleh Polisi Federal Australia (AFP) dan Pasukan Perbatasan Australia (ABF).
Pria itu didakwa pada hari Kamis atas impor dan percobaan kepemilikan sejumlah obat komersial yang dikendalikan perbatasan. Dia muncul di Pengadilan Magistrat Melbourne pada hari Jumat dan langsung ditahan dengan jadwal pengadilan pada Januari 2022.
Paket itu tiba di Port of Melbourne, Australia dalam wadah angkutan laut dari ubin keramik pada 29 September. Saat memeriksa kiriman, petugas melihat paket dengan merek heroin merah yang khas.
Penyidik dari AFP kemudian memeriksa total 1290 paket berisi heroin dalam kontainer, yang ditujukan kepada sebuah bisnis di Melbourne.
450 kilogram heroin yang disita bernilai 140 juta dolar Australia (sekitar Rp 1,4 triliun) dan merupakan pengiriman heroin terbesar yang pernah terdeteksi di Australia.
"Kami memiliki hubungan yang kuat dengan Departemen Investigasi Kriminal Narkotika RMP," kata pernyataan mengutip Penjabat Asisten Komisaris Komando Selatan Krissy Barrett.
"Kami terus bekerja sama dalam mengidentifikasi dan mengganggu sindikat kejahatan terorganisir transnasional yang berusaha merugikan kedua negara kami dan menghasilkan keuntungan jutaan dolar dari kegiatan kriminal," tambahnya.
Baca Juga: Tangkap 2 Pelaku, Polrestabes Medan Sita 3,1 Kg Heroin
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan