Suara.com - Ada yang berbeda dalam rangkaian mobil kepresidenan ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (19/10/2021).
Jokowi menyusuri jalan di Tarakan tidak menggunakan mobil sedan yang biasa digunakan, namun menggunakan kendaraan taktis/rantis P6 ATAV V1 yang dimiliki oleh Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres.
Dalam videonya yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi yang mengenakan baju kemeja putih panjang duduk dibagian depan mobil.
Jokowi terlihat menyapa warga sekitar yang berdiri di jalan. Selain menyapa, Jokowi tampak membagikan kaos kepada warga melalui Paspampres.
Komandan Paspampres, Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan alasan Jokowi memilih menggunakan P6 ATAV V1 utamanya karena kendaraan tersebut dirakit di dalam negeri dan telah diproduksi massal.
"Kami tahu bahwa Presiden ingin selalu memperkenalkan produk lokal, mulai dari minuman, makanan, sepatu, jaket, hingga motor custom. Kali ini Presiden memperkenalkan kendaraan serang taktis hasil rakitan dalam negeri, kecuali mesin ya," kata Tri Budi Utomo.
Selain itu, Tri menuturkan Jokowi juga ingin lebih dekat dengan rakyat.
"Dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, Presiden selalu menyapa masyarakat. Namun Presiden merasa bila dari mobil yang biasa digunakan masih terasa ada sekat. Dengan mobil yang agak terbuka, Presiden berharap masyarakat merasakan kedekatan tersebut," ujar Tri.
Saat ditanyakan tentang masalah keamanan, mengingat mobil tersebut semi terbuka. Tri mengatakan bahwa seluruh lapisan bodi dari mobil tersebut adalah baja anti peluru.
Baca Juga: Bukan Prabowo, Relawan Balad Sebut Tiga Nama Ini Layak Menjadi Pengganti Jokowi
"Bagian depan juga menggunakan kaca anti peluru,” tutur Tri.
Tri juga menjelaskan bahwa mobil tersebut memiliki kemampuan mendeteksi arah tembakan musuh.
"Teknologi ini dikenal dengan Gunshot Detection System yang dipasang pada bagian belakang P6 ATAV," kata Tri.
Adapun mobil tersebut memiliki kerangka yang terbuat dari rangka pipa baja mengelilingi mobil tersebut.
"Rangka pipa baja untuk melindungi dari benturan jika terjadi kecelakaan," ucap Tri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Demi Hemat Anggaran, 36 Ribu Kades Minta Jabatan Diperpanjang, DPR: Ancam Demokrasi
-
Profil Abah Setu, Pimpinan Majelis Dzikir di Bekasi yang Diduga Hina Nabi Muhammad SAW
-
Minus AS, Negara Teluk Temui Iran Negosiasi Pelayaran Selat Hormuz di Oman
-
10 Hadiah Paling Cocok untuk Cewek dan Cowok Virgo, Simpel tapi Berkesan
-
Rekomendasi Fine Dining Nusantara Terbaik di Jakarta, Lebih Untung Pakai BRI!
-
Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan
-
Raksasa Alumunium Rusia, Rusal Segera Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
-
Pelampung Ditemukan Bukan Milik Kapal Jurnalis, Tim SAR Fokus Sisir Selat Sunda
-
Beasiswa PNM Jadi Jembatan Pendidikan Anak Nasabah Mekaar Raih Mimpi
-
Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp11 T untuk Rekening Massal, Apa Urgensinya?